Kemarau amal Di Bulan Ramadhan

Ramadhan yang sejatinya menjadi ladang subur menanam amal dengan segala limpah ruah janji keutamaan Allah SWT, ternyata belum juga dapat aku rasakan samai dengan hari ke lima belas ini. Bukan hanya tahun ini aku rasakan seperti ini, tapi sudah beberapa tahun aku rasakan. Nyaris hanya menahan lapar dan haus yang aku rasakan disiang hari, kesibukan kerja dan kelelahan menjadi kambing hitam yang paling mungkin untuk disalahkan.

 

Ketidakmampuan menolak beragam kesibukan, menjadi biang keladi dan pangkal masalah. Entah sampai kapan kegalauan ini terus terpelihara dengan baik. Tarawih lewat apalagi tadarus, buka puasa tidak beda dengan makan biasa setelah seharian lapar dan haus tanpa berhasil meninggalkan makna mendalam seperti pernah dirasakan dulu sewaktu masih sekolah.

 

Kekhawatiran kadang datang, apakah sampai umurku uzur tidak akan pernah bisa mendapatkan indahnya berladang amal di bulan Ramadhan. Semoga Tuhan masih berbaik hati memberikan umur panjang dan kesempatan lain untuk dapat menikmati nya serta semoga Dia memahami kegalauan hati ini.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: