<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mencoba Memberi Arti</title>
	<atom:link href="http://ubay.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ubay.wordpress.com</link>
	<description>Jangan Beri Aku apapun Kecuali Ridlo Mu Ya Rabb..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jun 2011 23:36:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ubay.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mencoba Memberi Arti</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ubay.wordpress.com/osd.xml" title="Mencoba Memberi Arti" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ubay.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Muslim Prayer Time</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2011/06/27/muslim-prayer-time/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2011/06/27/muslim-prayer-time/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 23:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/2011/06/27/muslim-prayer-time/</guid>
		<description><![CDATA[Dapatkan Widget Jadwal Sholat!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=124&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="visibility:hidden;width:0;height:0;" border="0" width="0" height="0" src="http://c.gigcount.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTMwOTIxNzY4NjE2MSZwdD*xMzA5MjE3NzYzNDQ*JnA9MjM4OTgxJmQ9TXVzbGltJTIwUHJheWVyJTIwVGltZSUyMDAxJm49/d29yZHByZXNzJmc9MSZvPTRmNzk5MjQzZTY3ZjQ3MDlhNjVjYTU5YjkyNDI*ZWIzJm9mPTA=.gif" />
<div style="width:100%;text-align:center;margin:0 auto;"><a href="http://www.al-habib.info/islamic-widget/prayer-times.htm"><img width="160" src="http://www.al-habib.info/islamic-widget/muslim-prayer.php?&amp;mpt_lat=-6.2381778&amp;mpt_lng=106.52461219999998&amp;mpt_tz=Asia%2FJakarta&amp;mpt_sz=&amp;mpt_iz=&amp;mpt_loc=Cikupa+Tangerang&amp;mpt_w=160&amp;mpt_dp=d&amp;mpt_pre=1&amp;mpt_cn=1&amp;mpt_fq=Shafi&amp;mpt_lang=Indonesia&amp;mpt_thm=green" style="border:0;" alt="Waktu sholat untuk Cikupa Tangerang. Widget Jadwal Sholat oleh Alhabib." /></a>
<div style="width:160px;margin:0 auto;padding:3px;"><a style="text-decoration:none;font-size:.7em;" href="http://www.al-habib.info/">Dapatkan Widget Jadwal Sholat!</a></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=124&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2011/06/27/muslim-prayer-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://c.gigcount.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTMwOTIxNzY4NjE2MSZwdD*xMzA5MjE3NzYzNDQ*JnA9MjM4OTgxJmQ9TXVzbGltJTIwUHJheWVyJTIwVGltZSUyMDAxJm49/d29yZHByZXNzJmc9MSZvPTRmNzk5MjQzZTY3ZjQ3MDlhNjVjYTU5YjkyNDI*ZWIzJm9mPTA=.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.al-habib.info/islamic-widget/muslim-prayer.php?&#038;mpt_lat=-6.2381778&#038;mpt_lng=106.52461219999998&#038;mpt_tz=Asia%2FJakarta&#038;mpt_sz=&#038;mpt_iz=&#038;mpt_loc=Cikupa+Tangerang&#038;mpt_w=160&#038;mpt_dp=d&#038;mpt_pre=1&#038;mpt_cn=1&#038;mpt_fq=Shafi&#038;mpt_lang=Indonesia&#038;mpt_thm=green" medium="image">
			<media:title type="html">Waktu sholat untuk Cikupa Tangerang. Widget Jadwal Sholat oleh Alhabib.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUHAMMAD SAW, DI MATA PARA TOKOH KRISTEN DAN HINDU DUNIA</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2011/02/15/muhammad-saw-di-mata-para-tokoh-kristen-dan-hindu-dunia/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2011/02/15/muhammad-saw-di-mata-para-tokoh-kristen-dan-hindu-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 00:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngaji]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA) “Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=120&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA)</p>
<p>“Pernah  saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia…  Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran  pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan,  kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa  kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta  keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang )  menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir  volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang  tersisa dari hidupnya yang agung.</p>
<p>SIR GEORGE BERNARD SHAW (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)</p>
<p>“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa &#8211; beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.”</p>
<p>Saya  senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya.  Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan  menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad  sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia  harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan”</p>
<p>“Saya yakin,  apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia  modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian  hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia:  Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang  dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini.</p>
<p>“Dia adalah  manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia  membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar  moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik,  mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan  dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran  serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.</p>
<p>Dia  adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi  mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada  usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa  kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari  paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari  peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari  kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum  tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke  keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi  sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam  kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”</p>
<p><span id="more-120"></span></p>
<p>MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKIN G OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)</p>
<p>Pilihan  saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan  semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam  tataran sekular maupun agama.(hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan  terkemuka menyatakan bahwa:“Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya  fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta  menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang  manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam  sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum  dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan  material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.</p>
<p>Muhammad  bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan  dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu;  lebih dari itu, ia telah m erubah altar-altar pemujaan, sesembahan,  agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan  dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali  berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya  dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah  kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki  kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan  ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa  sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan  mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf  yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut  Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma  rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di  bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar  bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya:  adakah orang yang lebih agung dari dia?”</p>
<p>LAMAR TINE, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277</p>
<p>“Dunia  telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang  tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja  misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali  terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang  waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan  detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka  sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup  tokoh-tokoh ini.</p>
<p>Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW)  telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku  manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil  dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat  didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian  ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang  dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya.  Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral,  administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang  penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang &#8211; semua menjadi satu.</p>
<p>Tiada  lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam  setiap aspek kehidupan tersebut -hanya dengan kepribadian seperti  dia-lah keagungan seperti ini dapat diraih.”</p>
<p>K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya,“Muhammad, The Prophet of Islam”</p>
<p>Kepribadian  Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya  pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang  indah. Anda bisa lihat Muhammad s ang Nabi, Muhammad sang pejuang,  Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator  ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak  yatim-piatu,<br />
Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang  pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama.  Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.<br />
Saat ini, 14  abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang  hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan  abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah  ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi  juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang  kritis dan tidak bias.</p>
<p>PROF.(SNOUCK) HURGRONJE</p>
<p>Liga  bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan  dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas  pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai  saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam  capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.</p>
<p>Dunia telah  banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan  misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun  legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai.  Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia  dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral.  Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia  adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan  dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap  oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP</p>
<p>Betapa menakjubkan  seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang  dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan  paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade.</p>
<p>“Kebohongan  yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini  (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri.“Sesosok jiwa besar  yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia  diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta  Dunia.<br />
Thomas Carlyle, cendekiawan Inggris itu, berkata,“Diantara aib  terbesar yang ada hari ini ialah bahwa seorang cendekiawan menerima  begitu saja ucapan seseorang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong  dan Muhammad adalah penipu.</p>
<p>Saudaraku, apakah kalian pernah  menyaksikan, dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan  sebuah agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia?  Saya yakin bahwa manusia harus bergerak sesuai dengan UU dan logika.  Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa  manusia besar ini adalah seorang pembohong. Karena pada kenyataannya,  kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya dan pondasi semua  sifat utamanya.”</p>
<p>Kemudian Carlyle melanjutkan,“Pandangan yang  kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus, kecerdasan, kecermatan, dan  pengetahuannya akan kemaslahatan umum, merupakan bukti-bukti nyata  kepandaiannya. Kebutahurufannya justru memberikan nilai positif yang  sangat mengagumkan. Ia tidak pernah menukil pandangan orang lain, dan ia  tak pernah memperoleh setetes pun informasi dari selainnya. Allah-lah  yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini.  Sejak-sejak hari-hari pertamanya, ia sudah dikenal sebagai seorang  pemuda yang cerdas, terpercaya dan jujur. Tak akan keluar dari mulutnya  suatu ucapan kecuali memberikan manfaat dan hikmah yang amat luas.”</p>
<p>Setelah  itu, dengan emosi yang muncul dari pengetahuannya yang teliti tentang  Rasul Allah saaw, Carlyle menambahkan,“Hati manusia mulia putra padang  pasir ini penuh dengan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajarannya  terjauh dari semangat egoisme, dan pandangan-pandangannya bersih dari  ketamakan kepada pangkat keduudkan duniawi. Saya mencintai Muhammad  dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat jauh dari tipu  muslihat dan basa-basi.”</p>
<p>GUSTAV LEBON, cendekiawan Perancis, dalam bukunya “Peradaban Islam dan Arab”</p>
<p>Seperti  yang ditulisnya,“Jika kita ingin kita ingin mengukur kehebatan  tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita  katakan bahwa diantara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia  yang sangat agung dan ternama. Meskipun selama 20 tahun, penduduk  Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti  mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah  (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan  dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah. Beliau hanya  memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah  dibersihkan. Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah  bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika  memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap  menunjukkan sikapnya yang lurus.”</p>
<p>WILL DURANT, sejawaran AS, dalam dua buku sejarahnya, juga memuji Muhammad Rasul Allah saaw.</p>
<p>Ia menulis,“Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah tokoh sejarah terbesar.</p>
<p>Ketika  memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang padang pasir kering dan  kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh sejumlah kaum Arab  penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka  sangat banyak.</p>
<p>Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab  ini pula telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau  menghapus segala macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah  agama dyang sederhana tapi kokoh dan terang benderang yang dibangun di  atas dasar keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah Al-Quran dan  tak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan pengaruh  dan daya tariknya.”</p>
<p>An Apology for Mohammad and the Koran</p>
<p>JOHN DIVEN PORT, cendekiawan Inggris,</p>
<p>Ia  menyatakan penyesalannya terhadap sikap tendensius terhadap Nabi Islam.  Dalam bukunya yang ia tulis berkenaan dengan Nabi Muhammad saaw, dengan  segala kejujuran dan kecintaan yang mendalam kepada Nabi, ia berusaha  membersihkan segala macam kedustaan dan tuduhan negatif dari kehidupan  Nabi Muhammad, dan mengajak orang-orang sesat ini untuk merenung dan  berpikir dengan benar.</p>
<p>Diven Port menulis,“Dari segi keindahan  dan kebaikan watak dan perilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yang  sangat tinggi. Mereka yang tidak memiliki watak-watak seperti inilah  yang memandang beliau sebagai sesuatu yang tak bernilai.</p>
<p>Sebelum  memulai ucapannya, beliau telah menarik para pendengar beliau, baik satu  orang atau banyak, dengan akhlak dan peringainya yang sangat mulia.  Wajah beliau memancarkan kewibawaan sekaligus daya tarik yang amat kuat.  Senyumnya yang indah takpernah lepas dari bibir beliau. Pada akhirnya,  hal-hal lembut dan menarik selalu beliau masukkan dalam tutur kata  beliau, memaksa setiap orang memujinya. Oleh sebab itulah beliau dikenal  sebagai tokoh agama yang paling langka di dunia.”</p>
<p>DOSUN, penulis Perancis, dalam bukunya “Muhammad dan islam” menulis,</p>
<p>”Pada  umumnya, warga Perancis tidak menaruh minat kepada pembahasan  masalah-masalah keagamaan. Akan tetapi, mereka yang taat beragama dan  pemikir Perancis, memiliki pandangan lain kepada Islam. Hakekatnya ialah  bahwa kemunculan Islam dan penyebarannya termasuk diantara hasil karya  besar dan amat penting sejarah manusia. Di akhir abad ketujuh Islam  mampu merambah ke Suriah, Iran, Mesir dan dunia Arab, dan menyebar di  seluruh Afrika Utara, serta menguasai seluruh pulau-pulau di laut  Mediterania, kemudian masuk pula ke India dan Cina. Saat ini Islam telah  memberikan pengarunya yang luas dalam peradaban dunia serta dalam  poliitk kontemporer. Keberhasilan perjuangan Muhammad saaw, dalam  menggeser UU yang berlaku di negara-negara Asia, padahal mereka termasuk  diantara negara terkuno di dunia, serta ketahanan UU islam ini selama  berabad-abad, merupakan bukti terbaik yang menunjukkan kebenaran tokoh  ini dan keistimewaannya yang langka.”</p>
<p>EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM</p>
<p>Saya  percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya  adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak  pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap  Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan  prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya  dalam batas-batas akal dan agama</p>
<p>(HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).</p>
<p>Muhammad  tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan  tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan  hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus  sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba  dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.</p>
<p>SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches &amp; Writings, Madras, 1918, p. 169):</p>
<p>Inilah  agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap  masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul,  demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan  seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui:‘Allah Maha Besar E..  Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah  membuat manusia menjadi bersaudara.</p>
<p>DIWAN CHAND SHARMA</p>
<p>“Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.</p>
<p>(D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)</p>
<p>James A. Michener,“Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.</p>
<p>Muhammad,  seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570  masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia  secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan  janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah  menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis  seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya.  Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya  dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.<br />
“Seperti halnya  para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan  ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi “Baca adalah perintah yang  diperolehnya,-dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak  bisa membaca dan menulis dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang  akan segera mengubah dunia:“Tiada tuhan selain Tuhan.</p>
<p>“Dalam  setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika  putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan  ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan  kepadanya, Muhammad berkata:“Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa,  adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran  seorang manusia.<br />
“Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya  hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus  kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan  salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa:‘Jika ada diatara  kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah  meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah  bahwa Ia hidup selamanya (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 &#8211; pen.)</p>
<p>W. MONTGOMERY WATT, MOHAMMAD AT MECCA, Oxford, 1953, p. 52.</p>
<p>“Kesiapannya  menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para  pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan  integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah  memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat  yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad.</p>
<p>ANNIE BESANT, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras, 1932, p.</p>
<p>“Sangat  mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab,  yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasa  kan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun  dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun  setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya  mersakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab  tersebut.”</p>
<p>BOSWORTH SMITH, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London, 1874, p. 92.</p>
<p>“Dia  adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa  pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara,  tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang  manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa  dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak  memiliki segala instrument atau penyokongnya.</p>
<p>JOHN WILLIAM DRAPER, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330</p>
<p>“Empat  tahun setelah kematian Justinianus, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah  Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat  manusia Muhammad.<br />
John Austin,“Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P.’s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927.</p>
<p>Dalam  kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi  pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap  mengguncang dunia.<br />
Professor Jules Masserman</p>
<p>“Pasteur dan Salk  adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas-pen). Gandhi dan  Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin  pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.). Jesus  dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar  sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori<br />
tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=120&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2011/02/15/muhammad-saw-di-mata-para-tokoh-kristen-dan-hindu-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits 2 Kitab Arba&#8217;in Nawawi : Tentang Iman, Islam, Ihsan dan Sebagian Tanda Kiamat</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2011/01/08/hadits-2-kitab-arbain-nawawi-tentang-iman-islam-ihsan-dan-sebagian-tanda-kiamat/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2011/01/08/hadits-2-kitab-arbain-nawawi-tentang-iman-islam-ihsan-dan-sebagian-tanda-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 00:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab Hadits Arba'in Nawawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[&#160; َعن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال : بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر , لا يرى عليه أثر السفر , ولا يعرفه منا أحد حتى جلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبته إلى ركبتيه <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=116&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>َ<span style="font-family:'Traditional Arabic';font-size:x-large;">عن عمر بن  الخطاب رضي الله عنه قال : بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات  يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر , لا يرى عليه أثر السفر ,  ولا يعرفه منا أحد حتى جلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبته إلى ركبتيه  ووضح كفيه على فخذيه , وقال : يا محمد أخبرني عن الإسلام , فقال رسول الله صلى الله  عليه وسلم &#8221; الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة  وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا &#8221; قال صدقت فعجبا له  يسأله ويصدقه , قال : أخبرني عن الإيمان قال &#8221; أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله  واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره &#8221; قال : صدقت , قال : فأخبرني عن الإحسان ,  قال &#8221; أن تعبد الله كأنك تراه , فإن لم تكن تراه فإنه يراك &#8221; قال , فأخبرني عن  الساعة , قال &#8221; ما المسئول بأعلم من السائل &#8221; قال فأخبرني عن اماراتها . قال &#8221; أن  تلد الأمة ربتها وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان &#8221; .  ثم انطلق فلبث مليا , ثم قال &#8221; يا عمر , أتدري من السائل ؟&#8221; , قلت : الله ورسوله  أعلم , قال &#8221; فإنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم &#8221; رواه مسلم</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari <strong>Umar bin Al-Khathab</strong> <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>, dia berkata: &#8220;Ketika kami tengah berada di majelis  bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang  laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat  padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami  yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya  pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya diatas paha Rasulullah,  selanjutnya ia berkata : &#8220;<em>Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang  Islam</em> &#8220;</p>
<p>Rasulullah menjawab, &#8220;<em>Islam itu engkau bersaksi  bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Alloh dan sesungguhnya Muhammad itu utusan  Alloh, engkau mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan  Romadhon dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu  melakukannya</em>.&#8221;</p>
<p><span id="more-116"></span></p>
<p>Orang itu berkata, &#8220;<em>Engkau benar</em>,&#8221; kami pun  heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, &#8220;<em>Beritahukan  kepadaku tentang Iman</em>&#8220;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasulullah menjawab, &#8220;<em>Engkau beriman kepada  Alloh, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya,  kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk</em>&#8220;. Orang  tadi berkata, &#8220;Engkau benar&#8221;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang itu berkata lagi, &#8220;<em>Beritahukan kepadaku  tentang Ihsan</em>&#8220;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasulullah menjawab, &#8220;<em>Engkau beribadah kepada  Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya  Dia pasti melihatm</em>u.&#8221;</p>
<p>Orang itu berkata lagi, &#8220;<em>Beritahukan kepadaku  tentang kiamat&#8221;.</em></p>
<p>Rasulullah menjawab, &#8220;<em>Orang yang ditanya itu  tidak lebih tahu dari yang bertanya</em>.&#8221;</p>
<p>Selanjutnya orang itu berkata lagi, &#8220;<em>Beritahukan  kepadaku tentang tanda-tandanya</em>&#8220;.</p>
<p>Rasulullah menjawab, &#8220;<em>Jika hamba perempuan telah  melahirkan tuan puterinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas  kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan  bangunan</em>.&#8221;</p>
<p>Kemudian pergilah ia, aku tetap tinggal beberapa  lama kemudian Rasulullah berkata kepadaku, &#8220;<em>Wahai Umar, tahukah engkau siapa  yang bertanya itu</em>?&#8221; Saya menjawab, &#8220;<em>Alloh dan Rosul-Nya lebih  mengetahui</em>&#8221; Rasulullah berkata, &#8220;<em>Ia adalah Jibril, dia datang untuk  mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu</em>&#8220;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[<strong>HR Muslim</strong> no. 8]</p>
<p><strong>Islam, Iman, dan  Ihsan</strong><br />
Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu:  Islam, Iman dan Ihsan. Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah  batin, dan ihsan mencakup keduanya.<br />
Ihsan memiliki kedudukan yang lebih  tinggi dari iman, dan iman memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Islam.  Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah kecuali jika terdapat padanya iman, karena  konsekuensi dari syahadat mencakup lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah  kecuali ada Islam (dalam batas yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir  dan batin.</p>
<p><strong>Perhatian!</strong><br />
Para penuntut ilmu semestinya paham bahwa adakalanya bagian dari  sebuah istilah agama adalah istilah itu sendiri, seperti contoh di atas.</p>
<p><strong>Iman Bertambah dan  Berkurang</strong><br />
Ahlussunnah menetapkan kaidah  bahwa jika istilah Islam dan Iman disebutkan secara bersamaan, maka  masing-masing memiliki pegerttian sendiri-sendiri, namun jika disebutkan salah  satunya saja, maka mencakup yang lainnya. Iman dikatakan dapat bertambah dan  berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah dan berkurang, padahal  hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena adanya tujuan untuk  membedakan antara Ahlussunnah dengan <em>Murjiáh</em>. <em>Murjiáh</em> mengakui  bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang, namun mereka tidak  mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin). Sementara  Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang.</p>
<p><strong>Istilah Rukun Islam dan Rukun  Iman</strong><br />
Istilah <strong>“Rukun”</strong> pada  dasarnya merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami dien.  Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut,  jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi.Istilah rukun seperti  ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman  tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun  ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak  ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada.</p>
<p>Demikianlah semestinya kita memahami dien ini  dengan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama, namun istilah-istilah  tersebut tidak boleh sebagai hakim karena tetap harus merujuk kepada ketentuan  dien, sehingga jika ada ketidaksesuaian antara istilah buatan ulama dengan  ketentuan dien, ketentuan dien lah yang dimenangkan.</p>
<p><strong>Batasan Minimal Sahnya  Keimanan</strong></p>
<p>1. Iman kepada Allah.<br />
Iman kepada Allah sah  jika beriman kepada Rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, dan asma’ dan  sifat-Nya.</p>
<p>2. Iman kepada Malaikat.<br />
Iman kepada Malaikat  sah jika beriman bahwa Allah menciptakan makhluk bernama malaikat sebagai hamba  yang senantiasa taat dan diantara mereka ada yang diperintah untuk mengantar  wahyu.</p>
<p>3. Iman kepada Kitab-kitab.<br />
Iman kepada  kitab-kitab sah jika beriman bahwa Allah telah menurunkan kitab yang merupakan  kalam-Nya kepada sebagian hambanya yang berkedudukan sebagai rasul. Diantara  kitab Allah adalah Al-Qurán.</p>
<p>4. Iman kepada Para Rasul.<br />
Iman kepada para  rasul sah jika beriman bahwa Allah mengutus kepada manusia sebagian hambanya  mereka mendapatkan wahyu untuk disampaikan kepada manusia, dan pengutusan rasul  telah ditutup dengan diutusnya Muhammad shallallaahu álaihi wa  sallam.</p>
<p>5. Iman kepada Hari Akhir.<br />
Iman kepada Hari  Akhir sah jika beriman bahwa Allah membuat sebuah masa sebagai tempat untuk  menghisab manusia, mereka dibangkitkan dari kubur dan dikembalikan kepada-Nya  untuk mendapatkan balasan kebaikan atas kebaikannya dan balasan kejelekan atas  kejelekannya, yang baik (mukmin) masuk surga dan yang buruk (kafir) masuk  neraka. Ini terjadi di hari akhir tersebut.</p>
<p>6. Iman kepada Taqdir.<br />
Iman kepada taqdir sah  jika beriman bahwa Allah telah mengilmui segala sesuatu sebelum terjadinya  kemudian Dia menentukan dengan kehendaknya semua yang akan terjadi setelah itu  Allah menciptakan segala sesuatu yang telah ditentukan sebelumnya.</p>
<p>Demikianlah syarat keimanan yang sah, sehingga  dengan itu semua seorang berhak untuk dikatakan mukmin. Adapun selebihnya maka  tingkat keimanan seseorang berbeda-beda sesuai dengan banyak dan sedikitnya  kewajiban yang dia tunaikan terkait dengan hatinya, lesannya, dan anggota  badannya.</p>
<p><strong>Taqdir Buruk</strong><br />
Buruknya taqdir ditinjau dari sisi makhluk. Adapun ditinjau dari  pencipta taqdir, maka semuanya baik.</p>
<p><strong>Makna Ihsan</strong><br />
Sebuah amal dikatakan hasan cukup jika diniati ikhlas karena  Allah, adapun selebihnya adalah kesempurnaan ihsan. Kesempurnaan ihsan meliputi  2 keadaan:</p>
<p>1. Maqom Muraqobah yaitu senantiasa merasa  diawasi dan diperhatikan oleh Allah dalam setiap aktifitasnya, kedudukan yang  lebih tinggi lagi.</p>
<p>2. Maqom Musyahadah yaitu senantiasa memperhatikan sifat-sifat Allah  dan mengaitkan seluruh aktifitasnya dengan sifat-sifat tersebut.</p>
<p><span style="color:#000080;">Sumber:  Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi &#8211; Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=116&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2011/01/08/hadits-2-kitab-arbain-nawawi-tentang-iman-islam-ihsan-dan-sebagian-tanda-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits I Arba&#8217;in Nawawi Tentang Ikhlas :</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2011/01/08/hadits-i-arbain-nawawi-tentang-ikhlas/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2011/01/08/hadits-i-arbain-nawawi-tentang-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 00:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab Hadits Arba'in Nawawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[َعن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول &#8221; إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=113&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>َ<strong><span style="font-family:'Traditional Arabic';font-size:x-large;">عن أمير  المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه  وسلم يقول &#8221; إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى  الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة  ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه &#8221; متفق عليه</span></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, <strong>Umar bin  Al-Khathab</strong> <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, ia berkata : “Aku mendengar  Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>“<em>Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap  orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada  Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa  yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan  dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya</em>”</p>
<p><strong>[</strong>Diriwayatkan oleh dua orang ahli  hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin  Bardizbah <strong>Al Bukhari</strong> (orang Bukhara) dan Abul Husain  <strong>Muslim</strong> bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di  dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari  no. 1 dan Muslim no. 1907<strong>]</strong></p>
<p>Berkata Abdurrahman bin Mahdi, “Kalau seandainya  aku menulis sebuah kitab yang terdiri atas bab-bab maka aku akan menjadikan  hadits Umar bin Al-Khattab yaitu hadits Al A’maalu bin Niyyaat di setiap bab”  (Jami’ul Ulum 1/8).</p>
<p>Imam Asy-Syafi’i berkata, “Hadits ini adalah  sepertiga ilmu” (Jami’ul ‘Ulum 1/9).</p>
<p>Imam Ahmad berkata, “Pokok-pokok Islam ada tiga  hadits, hadits Umar rodiallahu’anhu, ”Hanya saja amal-amal itu berdasarkan  niatnya”, hadits ‘Aisyah rodiallahu’anha, Barangsiapa yang berbuat  perkara-perkara yang baru dalam agama ini yang bukan dari agama maka ia  tertolak” dan hadits Nu’man bin Basyir rodiallahu’anhu ”Yang halal jelas dan  yang haram jelas”. (Jami’ul ‘Ulum 1/9).</p>
<p>Sesungguhnya pembahasan tentang ikhlas adalah  pembahasan yang sangat penting yang berkaitan dengan agama Islam yang hanif  (lurus) ini, hal dikarenakan tauhid adalah inti dan poros dari agama dan Allah  tidaklah menerima kecuali yang murni diserahkan untukNya sebagaimana firman  Allah, <em>“Hanyalah bagi Allah agama yang murni”. (QS. Az-Zumar :  3).</em></p>
<p>Maka perkara apa saja yang merupakan perkara  agama Allah jika hanya diserahkan kepada Allah maka Allah akan menerimanya,  adapun jika diserahkan kepada Allah dan juga diserahkan kepada selain Allah  (siapapun juga ia) maka Allah tidak akan menerimanya, karena Allah tidak  menerima amalan yang diserikatkan, Dia hanyalah meneriman amalan agama yang  kholis (murni) untukNya. Allah akan menolak dan mengembalikan amalan tersebut  kepada pelakunya bahkan Allah memerintahkannya untuk mengambil pahala (ganjaran)  amalannya tersebut kepada yang dia syarikatkan, hal ini sebagaimana disabdakan  oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, yang artinya:</p>
<p><em>Allah berfirman “Aku adalah yang paling tidak  butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas  ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku berlepas  diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan” (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202,  dan ia adalah hadits yang shahih, sebagaimana perkataan Syaikh Abdul Malik  Ar-Romadhoni, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no 2985) adalah, “aku tinggalkan  dia dan ksyirikannya”).</em></p>
<p>Berkata Syaikh Sholeh Alu Syaikh, <em>“Lafal  ‘amalan’ disini adalah nakiroh dalam konteks kalimat syart maka memberi faedah  keumuman sehingga mencakup seluruh jenis amalan kebaikan baik amalan badan,  amalan harta. Maupun amalan yang mengandung amalan badan dan amalan harta  (seperti haji dan jihad)”. (At-Tamhid hal. 401).<span id="more-113"></span></em></p>
<p><strong>Definisi ikhlas menurut etimologi  (menurut peletakan bahasa)</strong><br />
Ikhlas menurut  bahasa adalah sesuatu yang murni yang tidak tercampur dengan hal-hal yang bisa  mencampurinya. Dikatakan bahwa “madu itu murni” jika sama sekali tidak tercampur  dengan campuran dari luar, dan dikatakan “harta ini adalah murni untukmu”  maksudnya adalah tidak ada seorangpun yang bersyarikat bersamamu dalam memiliki  harta ini. Hal ini sebagaimana firman Allah tentang wanita yang menghadiahkan  dirinya untuk Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam,</p>
<p><em>Dan perempuan mu’min yang menyerahkan dirinya  kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan  untuk semua orang mu’min. (QS. Al Ahzaab: 50).</em></p>
<p><em>Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu  benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang  berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang  mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (QS. An Nahl:  66).</em></p>
<p><em>Maka tatkala mereka berputus asa daripada  (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik.  Berkatalah yang tertua diantara mereka: “Tidakkah kamu ketahui bahwa  sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan  sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan  meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali),  atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang  sebaik-baiknya”. (QS. Yusuf: 80).</em> Yaitu para  saudara Yusuf menyendiri untuk saling berbicara diantara mereka tanpa ada orang  lain yang menyertai pembicaraan mereka.</p>
<p><strong>Definisi ikhlas menurut istilah syar’i  (secara terminologi)</strong><br />
Syaikh Abdul Malik  menjelaskan, Para ulama bervariasi dalam mendefinisikan ikhlas namun hakikat  dari definisi-definisi mereka adalah sama. Diantara mereka ada yang  mendefenisikan bahwa ikhlas adalah <em>“menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah  tatkala beribadah”</em>, yaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan  wajahmu engkau arahkan kepada Allah bukan kepada manusia. Ada yang mengatakan  juga bahwa ikhlas adalah <em>“membersihkan amalan dari komentar manusia”</em>,  yaitu jika engkau sedang melakukan suatu amalan tertentu maka engkau  membersihkan dirimu dari memperhatikan manusia untuk mengetahui apakah perkataan  (komentar) mereka tentang perbuatanmu itu. Cukuplah Allah saja yang  memperhatikan amalan kebajikanmu itu bahwasanya engkau ikhlas dalam amalanmu itu  untukNya. Dan inilah yang seharusnya yang diperhatikan oleh setiap muslim,  hendaknya ia tidak menjadikan perhatiannya kepada perkataan manusia sehingga  aktivitasnya tergantung dengan komentar manusia, namun hendaknya ia menjadikan  perhatiannya kepada Robb manusia, karena yang jadi patokan adalah keridhoan  Allah kepadamu (meskipun manusia tidak meridhoimu).</p>
<p>Ada juga mengatakan bahwa ikhlas adalah  <em>“samanya amalan-amalan seorang hamba antara yang nampak dengan yang ada di  batin”</em>, adapun riya’ yaitu dzohir (amalan yang nampak) dari seorang hamba  lebih baik daripada batinnya dan ikhlas yang benar (dan ini derajat yang lebih  tinggi dari ikhlas yang pertama) yaitu batin seseoang lebih baik daripada  dzohirnya, yaitu engkau menampakkan sikap baik dihadapan manusia adalah karena  kebaikan hatimu, maka sebagaimana engkau menghiasi amalan dzohirmu dihadapan  manusia maka hendaknya engkaupun menghiasi hatimu dihadapan Robbmu.</p>
<p>Ada juga yang mengatakan bahwa ikhlas adalah,  <em>“melupakan pandangan manusia dengan selalu memandang kepada Allah”</em>,  yaitu engkau lupa bahwasanya orang-orang memperhatikanmu karena engkau selalu  memandang kepada Allah, yaitu seakan-akan engkau melihat Allah yaitu sebagaimana  sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tentang ihsan <em>“Engkau beribadah  kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya dan jika engkau tidak melihatNya maka  sesungguhnya Ia melihatmu”</em>. Barangsiapa yang berhias dihadapan manusia  dengan apa yang tidak ia miliki (dzohirnya tidak sesuai dengan batinnya) maka ia  jatuh dari pandangan Allah, dan barangsiapa yang jatuh dari pandangan Allah maka  apalagi yang bermanfaat baginya? Oleh karena itu hendaknya setiap orang takut  jangan sampai ia jatuh dari pandangan Allah karena jika engkau jatuh dari  pandangan Allah maka Allah tidak akan perduli denganmu dimanakah engkau akan  binasa, jika Allah meninggalkan engkau dan menjadikan engkau bersandar kepada  dirimu sendiri atau kepada makhluk maka berarti engkau telah bersandar kepada  sesuatu yang lemah, dan terlepas darimu pertolongan Allah, dan tentunya balasan  Allah pada hari akhirat lebih keras dan lebih pedih. (Dari ceramah beliau yang  berjudul ikhlas. Definisi-definisi ini sebagaimana juga yang disampaikan oleh  Ahmad Farid dalam kitabnya “Tazkiyatun Nufus” hal. 13).</p>
<p>Berkata Syaikh Abdul Malik, <em>“Ikhlas itu bukan  hanya terbatas pada urusan amalan-amalan ibadah bahkan ia juga berkaitan dengan  dakwah kepada Allah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam saja (tetap)  diperintahkan oleh Allah untuk ikhlas dalam dakwahnya”.</em></p>
<p><em>Katakanlah, “Inilah jalanku (agamaku). Aku  dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang  nyata. Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS.  Yusuf: 108).</em></p>
<p><em>Yaitu dakwah hanyalah kepada Allah bukan  kepada yang lainnya, dan dakwah yang membuahkan keberhasilan adalah dakwah yang  dibangun karena untuk mencari wajah Allah. Aku memperingatkan kalian jangan  sampai ada diantara kita dan kalian orang-orang yang senang jika dikatakan bahwa  kampung mereka adalah kampung sunnah, senang jika masjid-masjid mereka disebut  dengan masjid-masjid ahlus sunnah, atau masjid mereka adalah masjid yang pertama  yang menghidupkan sunnah ini dan sunnah itu, atau masjid pertama yang  menghadirkan para masyayikh salafiyyin dalam rangka mengalahkan selain mereka,  namun terkadang mereka tidak sadar bahwa amalan mereka hancur dan rusak padahal  mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya. Dan ini adalah  musibah yang sangat menyedihkan yaitu syaitan menggelincirkan seseorang  sedikit-demi sedikit hingga terjatuh ke dalam jurang sedang ia menyangka bahwa  ia sedang berada pada keadaan yang sebaik-baiknya. Betapa banyak masjid yang aku  lihat yang Allah menghancurkan amalannya padahal dulu jemaahnya dzohirnya berada  di atas sunnah karena disebabkan rusaknya batin mereka, dan sebab  berlomba-lombanya mereka untuk dikatakan bahwa jemaah masjid adalah yang pertama  kali berada di atas sunnah, hendaknya kalian berhati-hati…” </em><strong><em>(Dari ceramah beliau yang berjudul  ikhlas)</em></strong><em>.</em></p>
<p><strong>Syuhroh  (Popularitas)</strong><br />
Ketenaran (popularitas) memang  mahal harganya. Betapa banyak orang yang rela mengorbankan banyak harta benda  hanya karena untuk memperoleh ketenaran. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh  para penyanyi, ataupun para bintang film. Mereka selalu berusaha tampil beda  agar bisa menarik perhatian umat dunia. Bahkan ada yang rela untuk melakukan  hal-hal yang aneh dan yang diharamkan oleh Allah hanya untuk memperoleh  popularitas (sebagaimana penulis membaca pengakuan seorang wanita yang rela  untuk berfoto setengah telanjang -bukan setengah lagi, tapi 90%, karena hanya  tersisa beberapa utas benang atau secarik kain yang menutupi tubuhnya,  <strong>“awas jangan dibayangkan!!”</strong>-, padalah dia hanya dibayar sangat  rendah. Dia mengaku bahwasanya semua itu agar dia menjadi tenar. Na’udzu billahi  min dzalik), yang <em>toh</em> setelah perjuangan dan pengorbanannya tersebut  dia belum tentu tersohor. Kalaupun terkenal, toh belum tentu bertahan lama.  Namun bagaimanapun popularitas merupakan sesuatu impian yang didambakan oleh  banyak manusia (kafir maupun muslim).</p>
<p>Sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini.  Hampir seluruh keanehan-keanehan yang dilakukan oleh manusia sesungguhnya  dikarenakan cinta popularitas. Kita lihat ada orang yang mengecet rambutnya  bewarna warni, ada yang kepalanya setengah gundul dan setengahnya rambutnya  panjang hingga bahunya dan dicat hijau (sebagaimana yang pernah dilihat oleh  Syaikh Abdur Rozaq), ada yang rambutnya cuma ditengah saja panjang adapun  sisanya gundul (sebagaimana penulis pernah lihat seorang dari tanah air yang  model cukurannya seperti itu padahal dia lagi umroh), ada yang dipotong seperti  warna macan tutul (botak gundul, botak gundul), ada yang tengahnya gundul dan  kanan kiri kepalanya ada rambutnya, ada yang seluruh kepalanya gundul namun  tersisia satu pelintiran yang panjang sekali, dan model-model yang lainnya yang  banyak sekali dan aneh-aneh. Ini, padahal baru masalah rambut, belum masalah  telinga, hiasan leher, apalagi model pakaian. Yang semua ini hanyalah dilakukan  demi ketenaran. <strong>Demi Allah</strong>, seandainya salah mereka itu tinggal  di hutan yang tidak ada manusianya sama sekali kecuali dia sendiri, dan dia  hanya berteman binatang dan pepohonan, demi Allah dia tidak akan melakukan  hal-hal aneh yang telah dia lakukan, karena tidak ada manusia yang  memperhatikannya. Kalau dia tetap aneh juga maka dia akan terkenal diantara para  hewan. Popularitas merupakan kenikmatan dunia yang mahal harganya.</p>
<p>Penyakit cinta ketenaran ternyata tidak hanya  menimpa orang awam saja yang tidak mengetahui perkara-perkara agama, namun juga  menjangkiti para ahli ibadah dan para penuntut ilmu syar’i. Walaupun memang  bentuknya berbeda, namun hakekatnya sama adalah cinta popularitas. Ahli ibadah  juga pingin kesungguhannya dalam beribadah diketahui oleh para ahli ibadah yang  lain, ahli ilmu pun ingin orang lain tahu bahwasanya dia adalah seorang yang  pandai, sehingga akhirnya martabatnya tinggi dihadapan manusia. Penyakit inilah  yang dalam kamus agama disebut penyakit riya’ (pingin dilihat orang) dan sum’ah  (pingin didengar orang).</p>
<p>Manusia begitu bersemangat untuk menutupi  kejelekan-kejelekan mereka, mereka tutup sebisa mungkin, kejelekan sekecil  apapun, dibungkus rapat jangan sampai ketahuan. Hal ini dikarenakan mereka  menginginkan mendapatkan kehormatan dimata manusia. Dengan terungkapnya  kejelekan yang ada pada mereka maka akan turun kedudukan mereka di mata manusia.  Seandainya mereka juga menutupi kebaikan-kebaikan mereka, -sekecil apapun  kebaikan itu, jangan sampai ada yang tahu, siapapun orangnya (saudaranya,  sahabat karibnya, guru-gurunya, anak-anaknya, bahkan istrinya) tidak ada yang  mengetahui kebaikannya- , tentunya mereka akan mencapai martabat mukhlisin  (orang-orang yang ikhlas). Mereka berusaha sekuat mungkin agar yang hanya  mengetahui kebaikan-kebaikan yang telah mereka lakukan hanyalah Allah. Karena  mereka hanya mengharapkan kedudukan di sisi Allah. Berkata Abu Hazim Salamah bin  Dinar <em>“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan  kejelekan-kejelekanmu.”</em> (Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni ,  “Diriwayatkan oleh Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa At-Tarikh (1/679), dan Abu  Nu’aim dalam Al-Hilyah (3/240), dan Ibnu ‘Asakir dalam tarikh Dimasyq (22/68),  dan sanadnya sohih”. Lihat Sittu Duror hal. 45).</p>
<p>Dalam riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh  Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no 6500 beliau berkata, <em>“Sembunyikanlah  kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan  janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu  apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia  (masuk surga)”.</em></p>
<p>Berkata Syaikh Abdul Malik, <em>“Namun mengapa  kita tidak melaksanakan wasiat Abu Hazim ini?? Kenapa??, hal ini menunjukan  bahwa keikhlasan belum sampai ke dalam hati kita sebagaimana yang dikehendaki  Allah”</em> (Dari ceramah beliau yang berjuduk ikhlas).</p>
<p>Oleh karena itu <strong>banyak para imam salaf  yang benci ketenaran</strong>. Mereka senang kalau nama mereka tidak  disebut-sebut oleh manusia. Mereka senang kalau tidak ada yang mengenal mereka.  Hal ini demi untuk menjaga keihlasan mereka, dan karena mereka kawatir hati  mereka terfitnah tatkala mendengar pujian manusia.</p>
<p>Berkata Hammad bin Zaid: “Saya pernah berjalan  bersama Ayyub (As-Sikhtyani), maka diapun membawaku ke jalan-jalan cabang  (selain jalan umum yang sering dilewati manusia-pen), saya heran kok dia bisa  tahu jalan-jalan cabang tersebut ?! (ternyata dia melewati jalan-jalan kecil  yang tidak dilewati orang banyak) karena takut manusia (mengenalnya dan)  mengatakan, “Ini Ayyub” (Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni: “Diriwayatkan  oleh Ibnu Sa’ad (7/249), dan Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa At-Tarikh (2/232),  dan sanadnya shahih.” (Sittu Duror hal 46)).</p>
<p>Berkata Imam Ahmad: <em>“Aku ingin tinggal di  jalan-jalan di sela-sela gunung-gunung yang ada di Mekah hingga aku tidak  dikenal. Aku ditimpa musibah ketenaran”.</em> (As-Siyar 11/210).</p>
<p>Tatkala sampai berita kepada Imam Ahmad  bahwasanya manusia mendoakannya dia berkata: “Aku berharap semoga hal ini  bukanlah istidroj”. (As-Siyar 11/211).</p>
<p>Imam Ahmad juga pernah berkata tatkala tahu bahwa  manusia mendoakan beliau: “Aku mohon kepada Allah agar tidak menjadikan kita  termasuk orang-orang yang riya”. (As-Siyar 11/211).</p>
<p>Pernah Imam Ahmad mengatakan kepada salah seorang  muridnya (yang bernama Abu Bakar) tatkala sampai kepadanya kabar bahwa manusia  memujinya: “Wahai Abu Bakar, jika seseorang mengetahui (aib-aib) dirinya maka  tidak bermanfaat baginya pujian manusia”. (As-Siyar 11/211).</p>
<p>Berkata Hammad, “Pernah Ayyub membawaku ke jalan  yang lebih jauh, maka akupun perkata padanya, “Jalan yang ini yang lebih dekat”,  maka Ayyub menjawab: ”Saya menghindari majelis-majelis manusia (menghindari  keramaian manusia-pen)”. Dan Ayyub jika memberi salam kepada manusia, mereka  menjawab salamnya lebih dari kalau mereka menjawab salam selain Ayyub. Maka  Ayyub berkata: ”Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa saya tidaklah  menginginkan hal ini !, Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa saya  tidaklah menginginkan hal ini!.” Berkata Syaikh Abdul Malik: ”Diriwayatkan oleh  Ibnu Sa’d (7/248) dan Al-Fasawi (2/239), dan sanadnya shahih”. (Sittu Duror hal  47).</p>
<p>Berkata Abu Zur’ah Yahya bin Abi ‘Amr,  “Ad-Dlohhak bin Qois keluar bersama manusia untuk sholat istisqo (sholat untuk  minta hujan), namun hujan tak kunjung datang, dan mereka tidak melihat adanya  awan. Maka beliau berkata: ”Dimana Yazid bin Al-Aswad?” (Dalam riwayat yang  lain: Maka tidak seorangpun yang menjawabnya, kemudian dia berkata: ”Dimana  Yazid bin Al-Aswad?, Aku tegaskan padanya jika dia mendengar perkataanku ini  hendaknya dia berdiri”), maka berkata Yazid :”Saya di sini!”, berkata  Ad-Dlohhak: ”Berdirilah!, mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan bagi  kami!”. Maka Yazid pun berdiri dan menundukan kepalanya diantara dua bahunya,  dan menyingsingkan lengan banjunya lalu berdoa: ”Ya Allah, sesungguhnya para  hambaMu memintaku untuk berdoa kepadaMu”. Lalu tidaklah dia berdoa kecuali tiga  kali kecuali langsung turunlah hujan yang deras sekali, hingga hampir saja  mereka tenggelam karenanya. Kemudian dia berkata: ”Ya Allah, sesungguhnya hal  ini telah membuatku menjadi tersohor, maka istirahatkanlah aku dari ketenaran  ini”, dan tidak berselang lama yaitu seminggu kemudian diapun meninggal.” Lihat  takhrij kisah ini secara terperinci dalam buku Sittu Duror karya Syaikh Abdul  Malik Romadloni hal. 47.</p>
<p>Lihatlah wahai saudaraku, bagaimana Yazid  Al-Aswad merasa tidak tentram dengan ketenarannya bahkan dia meminta kepada  Allah agar mencabut nyawanya agar terhindar dari ketenarannya. Ketenaran di mata  Yazid adalah sebuah penyakit yang berbahaya, yang dia harus menghindarinya  walaupun dengan meninggalkan dunia ini. <strong>Allahu Akbar.. !</strong> inilah  akhlak salaf (Berkata Guru kami Syaikh Abdul Qoyyum, “Adapun orang-orang yang  memerintahkan para pengikutnya atau rela para pengikutnya mencium tangannya lalu  ia berkata bahwa ia adalah wali Allah maka ia adalah dajjal”). Namun banyak  orang yang terbalik, mereka malah menjadikan ketenaran merupakan kenikmatan yang  sungguh nikmat sehingga mereka berusaha untuk meraihnya dengan berbagai macm  cara.</p>
<p>Dari Abu Hamzah Ats-Tsumali, beliau berkata: ”Ali  bin Husain memikul sekarung roti diatas pundaknya pada malam hari untuk dia  sedekahkan, dan dia berkata, ”Sesungguhnya sedekah dengan tersembunyi memadamkan  kemarahan Allah”. Ini merupakan hadits yang marfu’ dari Nabi, yang diriwayatkan  dari banyak sahabat, seperti Abdullah bin Ja’far, Abu Sa’id Al-Khudri, Ibnu  “Abbas, Ibnu Ma’ud, Ummu Salamah, Abu Umamah, Mu’awiyah bin Haidah, dan Anas bin  Malik. Berkata Syaikh Al-Albani: ”Kesimpulannya hadits ini dengan jalannya yang  banyak serta syawahidnya adalah hadits yang shahih, tidak diragukan lagi. Bahkan  termasuk hadits mutawatir menurut sebagian ahli hadits muta’akhirin”  (As-Shohihah 4/539, hadits no. 1908).</p>
<p>Dan dari ‘Amr bin Tsabit berkata, ”Tatkala Ali  bin Husain meninggal mereka memandikan mayatnya lalu mereka melihat bekas hitam  pada pundaknya, lalu mereka bertanya: ”Apa ini”, lalu dijawab: ”Beliau selalu  memikul berkarung-karung tepung pada malam hari untuk diberikan kepada faqir  miskin yang ada di Madinah”.</p>
<p>Berkata Ibnu ‘Aisyah: ”Ayahku berkata kepadaku:  ”Saya mendengar penduduk Madinah berkata: ”Kami tidak pernah kehilangan sedekah  yang tersembunyi hingga meninggalnya Ali bin Husain” Lihat ketiga atsar tersebut  dalam Sifatus Sofwah (2/96), Aina Nahnu hal. 9.</p>
<p>Lihatlah bagaimana Ali bin Husain menyembunyikan  amalannya hingga penduduk Madinah tidak ada yang tahu, mereka baru tahu tatkala  beliau meninggal karena sedekah yang biasanya mereka terima di malam hari  berhenti, dan mereka juga menemukan tanda hitam di pundak beliau.</p>
<p>Seseorang bertanya pada Tamim Ad-Dari  <em>”Bagaimana sholat malam engkau”</em>, maka marahlah Tamim, sangat marah,  kemudian berkata, <em>“Demi Allah, satu rakaat saja sholatku ditengah malam,  tanpa diketahui (orang lain), lebih aku sukai daripada aku sholat semalam penuh  kemudian aku ceritakan pada manusia”</em> (Dinukil dari kitab Az- Zuhud, Imam  Ahmad).</p>
<p>Tidak seorangpun diantara kita yang meragukan  akan kesungguhan para sahabat dalam beribadah. Namun walaupun demikian, mereka  tidaklah ujub, atau memamerkan amalan mereka kapada manusia, jauh sekali dengan  kita. Adapun sebagian kita (atau sebagian besar, atau seluruhnya (kecuali yang  dirahmati oleh Allah), <strong>Allahu Al-Musta’an</strong>, sudah amalannya  sedikit, namun diceritakan kemana-mana (Bahkan kalau bisa orang sedunia  mengetahuinya). Ada yang berkata, <em>”Dakwah saya disana…, disini…”</em>, ada  juga yang berkata,”Yang menghadiri majelis saya jumlahnya sekian dan sekian…”  (padahal kalau dihitung belum tentu sebanyak yang disebutkan, atau memang benar  yang hadir majelisnya banyak tetapi tidak selalu. Terkadang yang hadir dalam  sebagian majelisnya cuma sedikit, namun tidak dia ceritakan, atau yang hadir  banyak tapi pada ngantuk semua, juga tidak dia ceritakan. Pokoknya dia ingin  gambarkan pada manusia bahwa dia adalah <strong>da’i favorit</strong>), ada yang  berkata, “Saya sudah baca kitab ini, kitab itu.. hal ini sebagaimana termuat  dalam kitab ini atau kitab itu…”(padahal belum tentu satu kitabpun dia baca dari  awal hingga akhir, atau bahkan belum tentu dia baca sama sekali secara langsung  kitab itu. Namun dia ingin gambarkan pada manusia bahwa mutola’ahnya banyak,  agar mereka tahu bahwa dia adalah orang yang berilmu dan gemar membaca). Yang  mendorong ini semua adalah karena keinginan mendapat penghargaan dan  penghormatan dari manusia.</p>
<p>Lihatlah Tamim Ad-Dari tidak membuka pintu yang  bisa mengantarkannya terjatuh dalam riya, sehingga dia tidak mau menjawab orang  yang bertanya tentang ibadahnya. Namun sebaliknya, sebagian kaum muslimin  sekarang justru menjadikan kesempatan pertanyaan seperti itu untuk bisa  menceritakan seluruh ibadahnya, bahkan menanti-nanti untuk ditanya tentang  ibadahnya, atau dakwahnya, atau perkara yang lainnya.</p>
<p>Ayyub As-Sikhtiyani sholat sepanjang malam, dan  jika menjelang fajar maka dia kembali untuk berbaring di tempat tidurnya. Dan  jika telah terbit fajar maka diapun mengangkat suaranya seakan-akan dia baru  saja bangun pada saat itu. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah  3/8).</p>
<p>Berkata Muhammad bin A’yun, ”Aku bersama Abdullah  bin Mubarok dalam peperangan di negeri Rum. Tatkala kami selesai sholat isya’  Ibnul Mubarok pun merebahkan kepalanya untuk menampakkan padaku bahwa dia sudah  tertidur. Maka akupun –bersama tombakku yang ada ditanganku- menggenggam  tombakku dan meletakkan kepalaku diatas tombak tersebut, seakan-akan aku juga  sudah tertidur. Maka Ibnul Mubarok menyangka bahwa aku sudah tertidur, maka  diapun bangun diam-diam agar tidak ada sorangpun dari pasukan yang mendengarnya  lalu sholat malam hingga terbit fajar. Dan tatkala telah terbit fajar maka  diapun datang untuk membagunkan aku karena dia menyangka aku tidur, seraya  berkata “Ya Muhammad bangunlah!”, Akupun berkata: ”Sesungguhnya aku tidak  tidur”. Tatkala Ibnul Mubarok mendengar hal ini dan mengetahui bahwa aku telah  melihat sholat malamnya maka semenjak itu aku tidak pernah melihatnya lagi  berbicara denganku. Dan tidak pernah juga ramah padaku pada setiap  peperangannya. Seakan-akan dia tidak suka tatkala mengetahui bahwa aku  mengetahui sholat malamnya itu, dan hal itu selalu nampak di wajahnya hingga  beliau wafat. Aku tidak pernah melihat orang yang lebih menymbunyikan  kebaikan-kebaikannya daripada Ibnul Mubarok” (Al-Jarh wa At-Ta’dil, Ibnu Abi  Hatim 1/266).</p>
<p>Wahai saudaraku, ketahuilah… sesungguhnya ikhlas  adalah sesuatu yang sangat berat, penuh perjuangan untuk bisa meraihnya.  Pintu-pintu yang bisa dimasuki syaitan untuk bisa merusak keikhlasan kita  terlalu banyak. Tatkala kita sedang beramal maka syaitanpun berusaha untuk bisa  menjadikan kita riya’, kalau tidak bisa menjadikan kita riya’ di permulaan amal,  maka dia akan berusaha agar kita riya’ di pertengahan amal. Kalau tidak mampu  lagi maka di akhir amalan kita. Oleh karena itu kita dapati para salaf dahulu  memngecek niat mereka ditengah amalan mereka, apakah masih tetap ikhlas atau  sudah berubah?. Diriwayatkan dari Sualaiman bin Dawud Al-Hasyimi: ”Terkadang  saya menyampaikan sebuah hadits dan niat saya ikhlas, (namun) tatkala saya  sampaikan sebagian hadits tersebut berubahlah niat saya, ternyata satu hadits  saja membutuhkan banyak niat” Disebutkan oleh Al-Khotib Al-Bagdadi dalam Tarikh  beliau (9/31), Al-Mizzi dalam Tahdzibul Kamal (11/412), dan Ad-Dazahabi dalam  Siyar (10/625), lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam hal 83, tahqiq  Al-Arnauth).</p>
<p>Lihatlah bagaimana hati-hatinya salaf dalam  menjaga niat mereka, untuk bisa menyampaikan satu hadits saja (yang mungkin  hanya beberapa buah kata) dia memperhatikan niatnya berulang-ulang. Bagaimana  dengan kita sekarang? Bukan cuma berpuluh-puluh kata yang kita lontarkan, bahkan  beribu-ribu kata (tatkala mengisi pengajian, atau memberi pendapat atau nasehat  tatkala diminta, atau yang lainnya…) pernahkah kita mengecek niat kita  disela-sela pembicaraan kita??. Terkadang seseorang di awal sedang mengisi  pengajian, dia mendapati niatnya ikhlas. Namun tatkala di tengah pengajian,  disaat dia memandang bagaimana para pendengarnya terkagum-kagum dengan  kefasihannya melontarkan dalil disaat itulah syaitan berperan aktif untuk  merubah niatnya. Waspadalah wahai para saudaraku… <strong>sesungguhnya hanya  sedikit yang selamat dari tipu daya syaitan</strong>.</p>
<p>Sungguh benarlah perkataan Sufyan Ats-Tsauri,  ”Saya tidak pernah menghadapi sesuatu yang lebih berat daripada niat, karena  niat itu berbolak-balik (berubah-ubah)” (Hilyatul Auliya (7/ hal 5 dan 62),  lihat Jami’ul ‘Ulul wal Hikam hal 70, tahqiq Al-Arnauth).</p>
<p>Kalau seseorang telah selamat dari tipu daya  syaitan hingga selesai amalnya, ingatlah…syaitan tidak putus asa. Dia mulai  menggelitik hati orang tersebut dan merayu orang tersebut untuk menceritakan  amalan solehnya pada manusia, dan syaitan menipunya dengan berkata, ”Ini  bukanlah riya…, supaya kamu bisa dicontohi manusia…”. Akhirnya terjebaklah orang  tersebut dan diapun mengungkapkan kebaikan-kebaikannya dihadapan orang, maka  bisa jadi diapun menceritakan kabaikan-kebaikannya pada manusia karena riya’,  maka ini merupakan kecelakaan baginya, atau kalau tidak maka minimal pahalanya  berkurang. Karena pahala amalan yang <em>sirr </em>(disembunyikan) lebih baik  daripada amalan yang diketahui orang lain.</p>
<p>Allah berfirman, yang artinya:<br />
<em>“Jika  kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian  menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka  menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari  kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang  kalian kerjakan” (QS. Al-Baqoroh: 271).</em></p>
<p>Berkata Ibnu Kasir dalam Tafsirnya, ”Asalnya  isror (amalan secara tersembunyi tanpa diketahui orang lain) adalah lebih afdol  dengan dalil ayat ini dan hadits dalam shohihain (Bukhori dan Muslim) dari Abu  Huroiroh, beliau berkata: “Berkata Rasulullah : <em>”Tujuh golongan yang berada  dibawah naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah,  Imam yang adil, dan seorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya hingga  tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya”</em> Diriwayatkan oleh Al-Bukhori (1423) dan Muslim (2377). Berkata Imam Nawawi:  ”Berkata para Ulama bahwanya penyebutan tangan kanan dan kiri menunjukan  kesungguhan dan sangat dismbunyikannya serta tidak diketuhinya sedekah.  Perumpamaan dengan kedua tangan tersebut karena dekatnya tangan kanan dengan  tangan kiri, dan tangan kanan selalu menyertai tangan kiri. Dan maknanya adalah  seandainya tangan kiri itu seorang laki-laki yang terjaga maka dia tidak akan  mengetahui apa yang diinfak oleh tangan kanan karena saking disembunyikannya.”  (Al-Minhaj 7/122), hal ini juga sebagaimana penjelasan Ibnu Hajr (Al-Fath  2/191).</p>
<p>Rosulullah bersabda: <em>”Tatkala Allah  menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun menciptakan  gunung-gunung kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas bumi maka  tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung,  mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk Mu yang lebih kuat  dari gunung?” Allah berkata, “Ada yaitu besi”. Lalu mereka bertanya (lagi),  ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhlukMu yang lebih kuat dari besi?”, Allah  menjawab, ”Ada yaitu api.”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah  ada makhluk Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”,  mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat  dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air” mereka bertanya (lagi), ”Wahai  Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah  menjawab, ”Ada yaitu angin” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah  ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada angin?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu  seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan  agar tidak diketahui tangan kanannya”. Diriwayatkan oleh Imam Ahamad dalam  Musnadnya 3/124 dari hadits Anas bin Malik. Berkata Ibnu Hajar, ”Dari hadits  Anas dengan sanad yang hasan marfu’” (Al-Fath 2/191).</em></p>
<p>Sungguh benar orang yang berkata, “Jangan heran  kalau engkau melihat seorang yang bisa jalan di atas air, karena syaitan juga  bisa berjalan di atas air. Janganlah heran kalau engkau melihat seorang yang  berjalan terbang diudara, karena syaitan juga bisa terbang di udara. Tapi  heranlah engkau jika engkau melihat seorang yang bersedekah dengan tangan  kanannya namun tangan kirinya tidak mengetahuinya, karena syaitan tidak  bersedekah (apalagi dengan ikhlas) (Untaian kalimat ini, penulis tidak  mengetahui siapa yang mengucapkannya. Namun penulis pernah mendengarnya dari  seorang petugas penjaga mushola dikapal laut, tatkala menyampaikan nasehat pada  awak penumpang kapal. Mungkin saja dialah yang mengucapkan perkataan ini pertama  kali. Namun bagaimanapun perkataan ini benar maknanya jika ditinjau dari  kacamata syar’i, Wallahu A’lam).</p>
<p>Ingat perkataan Ibnul Qoyyim, “Tidaklah akan  berkumpul keikhlasan dalam hati bersama rasa senang untuk dipuji dan disanjung  dan keinginan untuk memperoleh apa yang ada pada manusia kecuali sebagaimana  terkumpulnya air dan api…” (Fawaid Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim, tahqiq Syaikh Ali  Hasan, hal 423). <strong>Wahai Dzat yang membolak-balikan hati-hati (manusia)  tetapkanlah hatiku di atas agamaMu.</strong></p>
<p><strong>Hukum menyembunyikan  amal</strong><br />
Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan  menyembunyikan amalan kebajikan (karena hal ini lebih menjauhkan dari riya) itu  hanya khusus bagi amalan-amalan mustahab bukan amalan-amalan yang wajib. Berkata  Ibnu Hajar: ”At-Thobari dan yang lainnya telah menukil ijma’ bahwa sedekah yang  wajib secara terang-terangan lebih afdhol daripada secara tersembunyi. Adapun  sedekah yang mustahab maka sebaliknya.” (Al-Fath 3/365). Sebagian mereka juga  mengecualikan orang-orang yang merupakan teladan bagi masyarakat, maka justru  lebih afdhol bagi mereka untuk beramal terang-terangan agar bisa diikuti dengan  syarat mereka aman dari riya’, dan hal ini tidaklah mungkin kecuali jika iman  dan keyakinan mereka yang kuat.</p>
<p>Imam Al-Iz bin Abdus Salam telah menjelaskan  hukum menyembunyikan amalan kebajikan secara terperinci sebagai berikut. Beliau  berkata, “Keta’atan (pada Allah) ada tiga:</p>
<ol>
<li>Yang pertama, adalah amalan yang disyariatkan  secara dengan dinampakan seperti adzan, iqomat, bertakbir, membaca Quran dalam  sholat secara jahr, khutbah-kutbah, amar ma’ruf nahi mungkar, mendirikan sholat  jumat dan sholat secara berjamaah, merayakan hari-hari ‘ied, jihad, mengunjungi  orang-orang yang sakit, mengantar jenazah, maka hal-hal seperti ini tidak  mungkin disembunyikan. Jika pelaku amalan-amalan tersebut takut riya, maka  hendaknya dia berusaha bersungguh-sungguh untuk menolaknya hingga dia bisa  ikhlas kemudian dia bisa melaksanakannya dengan ikhlas, sehingga dengan demikian  dia akan mendapatkan pahala amalannya dan juga pahala karena kesungguhannya  menolak riya, karena amalan-amalan ini maslahatnya juga untuk orang lain.</li>
<li>Yang kedua, amalan yang jika diamalkan secara  tersembunyi lebih afdhol dari pada jika dinampakkan. Contohnya seperti membaca  qiro’ah secara perlahan tatkala sholat (yaitu sholat yang tidak disyari’atkan  untuk menjahrkan qiro’ah), dan berdzikir dalam sholat secara perlahan. Maka  dengan perlahan lebih baik daripada jika dijahrkan.</li>
<li>Yang ketiga, amalan yang terkadang disembunyikan  dan terkadang dinampakkan seperti sedekah. Jika dia kawatir tertimpa riya’ atau  dia tahu bahwasanya biasanya kalau dia nampakan amalannya dia akan riya’, maka  amalan (sedekah) tersebut disembunyikan lebih baik daripada jika  dinampakkan.</li>
</ol>
<p>Adapun orang yang aman dari riya’ maka ada dua  keadaannya:</p>
<ol>
<li>Yang pertama, dia bukanlah termasuk orang yang  diikuti, maka lebih baik dia menyembunyikan sedekahnya, karena bisa jadi dia  tertimpa riya’ tatkala menampakkan sedekahnya.</li>
<li>Yang kedua, dia merupakan orang yang dicontohi,  maka dia menampakan sedekahnya lebih baik karena hal itu membantu fakir miskin  dan dia akan diikuti. Maka dia telah memberi manfaat kepada fakir miskin dengan  sedekahnya dan dia juga menyebabkan orang-orang kaya bersedekah pada fakir  miskin karena mencontohi dia, dan dia juga telah memberi manfaat pada  orang-orang kaya tersebut karena mengikuti dia beramal soleh.” Qowa’idul Ahkam  1/125 (Sebagaimana dinukil oleh Sulaiman Al-Asyqor dal kitabnya Al-Ikhlash hal  128-129).</li>
</ol>
<p>Tentunya kita lebih mengetahui diri kita, kita  termasuk orang yang aman dari riya atau tidak.</p>
<p><strong>Mengobati penyakit cinta  ketenaran</strong><br />
Berkata Abdullah bin Mas’ud,  “Seandainya kalian mengetahui dosa-dosaku maka tidak ada dua orangpun yang  berjalan di belakangku, dan kalian pasti akan melemparkan tanah di kepalaku, aku  sungguh berangan-angan agar Allah mengampuni satu dosa dari dosa-dosaku dan aku  dipanggil dengan Abdullah bin Rowtsah”. (Al-Mustadrok 3/357 no.  5382).</p>
<p>Berkata Syaikh Sholeh Alu Syaikh, ((“Untaian  kalimat ini adalah madrasah (pelajaran), dan hal ini tidak diragukan lagi karena  tersohornya seseorang mungkin terjadi jika orang tersebut memiliki kelebihan  diantara manusia, bahkan bisa jadi orang-orang mengagungkannya, bisa jadi  orang-orang memujinya, bisa jadi mereka mengikutinya berjalan di belakangnya.  Seseorang jika semakin bertambah ma’rifatnya kepada Allah maka ia akan sadar dan  mengetahui bahwa dosa-dosanya banyak, dan banyak, dan sangat banyak. Oleh karena  tidaklah suatu hal yang mengherankan jika Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam  mewasiatkan kepada Abu Bakar –padahal ia adalah orang yang terbaik dari umat ini  dari para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam &#8211; yang selalu membenarkan  (apa yang dikabarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam-pen), yang Nabi  shalallahu ‘alaihi wasallam telah berkata tentangnya, “Jika ditimbang iman Abu  Bakar dibanding dengan iman umat maka akan lebih berat iman Abu Bakar”, namun  Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkannya untuk berdo’a di akhir  sholatnya, “Robku, sesungguhnya aku telah banyak mendzolimi diriku dan tidak ada  yang mengampuni dosa-dosa kecuali engkau maka ampunilah aku dengan  pengampunanMu”. Yang mewasiatkan adalah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan  yang diwasiatkan adalah Abu Bakar As-Shiddiq. Semakin bertambah ma’rifat seorang  hamba kepada Robnya maka ia akan takut kepada Allah, takut kalau ada yang  mengikutinya dari belakang, khawatir ia diagungkan diantara manusia, khawatir  diangkat-angkat diantara manusia, karena ia mengetahui hak-hak Allah sehingga  dia mengetahui bahwa ia tidak akan mungkin menunaikan hak Allah, ia selalu  kurang dalam bersyukur kepada Allah, dan ini merupakan salah satu bentuk  dosa.</p>
<p>Diantara manusia ada yang merupakan qori’  Al-Qur’an dan tersohor karena keindahan suaranya, keindahan bacaannya, maka  orang-orangpun berkumpul di sekitarnya. Diantara manusia ada yang alim, tersohor  dengan ilmunya, dengan fatwa-fatwanya, dengan kesholehannya, kewaro’annya, maka  orang-orangpun berkumpul di sekelilingnya.</p>
<p>Diantara mereka ada yang menjadi da’i yang  terkenal dengan pengorbanannya dan perjuangannya dalam berdakwah maka  orang-orang pun berkumpul di sekelilingnya karena Allah telah memberi petunjuk  kepada mereka dengan perantaranya. Demikian juga ada yang terkenal dengan  sikapnya yang selalu menunaikan amanah, ada yang tersohor dengan sikapnya yang  menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, dan demikianlah… Posisi terkenalnya  seseorang merupakan posisi yang sangat mudah menggelincirkan seseorang, oleh  karena itu Ibnu Mas’ud mewasiatkan kepada dirinya sendiri dengan menjelaskan  keadaan dirinya (yang penuh dengan dosa), dan menjelaskan apa yang wajib bagi  setiap orang yang memiliki pengikut…</p>
<p>Hendaknya setiap orang yang tersohor (dengan  kebaikan) atau termasuk orang yang terpandang untuk selalu merendahkan dirinya  diantara manusia dan menampakkan hal itu, bukan malah untuk semakin naik  derajatnya di hadapan manusia namun agar semakin terangkat derajatnya di hadapan  Allah, dan ini semua kembali kepada keikhlasan, karena diantara manusia ada yang  merendahkan dirinya di hadapan manusia namun agar tersohor dan ini adalah  termasuk (tipuan) syaitan. Dan diantara manusia ada yang merendahkan dirinya di  hadapan manusia dan Allah mengetahui hatinya bahwasanya ia benar dengan sikapnya  itu, ia takut pertemuan dengan Allah, ia takut hari di mana dibalas apa-apa yang  terdapat dalam dada-dada, hari di mana nampak apa yang ada disimpan di  hati-hati, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah dan mereka tidak bisa  menyembunyikan pembicaraan mereka di hadapan Allah.</p>
<p>Ini adalah pelajaran yang berharga bagi setiap  yang dipanuti dan yang mengikuti. Adapun pengikut maka hendaknya ia tahu bahwa  orang yang diikutinya itu tidak boleh diagungkan, namun hanyalah diambil faedah  darinya berupa syari’at Allah atau faedah yang diambil oleh masyarakat, karena  yang diagungkan hanyalah Allah kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.  Adapun manusia yang lain maka jika mereka baik maka bagi mereka rasa cinta pada  diri kita. Dan hendaknya orang yang tersohor untuk selalu takut, rendah, dan  mengingat dosa-dosanya, mengingat bahwa ia akan berdiri di hadapan Allah, ingat  bahwasanya ia bukanlah orang yang berhak diikuti oleh dua orang di  belakangnya.</p>
<p>Oleh karena itu tatkala Abu Bakar dipuji di  hadapan manusia maka ia berkutbah setelah itu dan riwayat ini shahih sebagaimana  diriwayatkan oleh imam Ahmad dan yang lainnya ia berkata: <em>“Ya Allah  jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka persangkakan dan ampunkanlah  apa-apa yang mereka tidak ketahui”</em>, ia mengucapkan doa ini dengan keras  untuk mengingatkan manusia bahwasanya ia memiliki dosa sehingga mereka tidak  berlebih-lebihan kepadanya. Apakah hal ini sebagaimana yang kita lihat pada  kenyataan dimana orang yang diagungkan semakin menjadi-jadi agar diagungkan  dirinya??, orang yang mengagungkan juga semakin mengagungkan orang yang  diikutinya?? Ini bukanlah jalan para sahabat radhiallahu ‘anhum, Umar terkadang  ujub dengan dirinya -dan dia adalah seorang khalifah, orang kedua yang  dikabarkan dengan masuk surga setelah Abu Bakar-, maka ia pun memikul suatu  barang di tengah pasar untuk merendahkan dirinya hingga ia tidak merasa dirinya  besar.</p>
<p>Diantara kesalahan-kesalahan adalah sifat ujub  (takjub dengan diri sendiri), yaitu seseorang memandang dirinya waw (hebat). Ada  diantara salafus shalih yang jika hendak menyampaikan suatu (mau’idzoh) dan jika  ia melihat orang-orang berkumpul maka iapun meninggalkan majelis tersebut,  kenapa?, karena keselamatan jiwanya lebih utama dibandingkan keselamatan jiwa  orang lain, karena ia melihat ramainya orang yang telah berkumpul dan ia  menyadari bahwa dirinya mulai merasakan bahwa dirinya senang karena kehadiran  mereka, yang pada diam memperhatikannya, dan memperhatikannya, maka iapun  mengobati dirinya dengan meninggalkan mereka maka merekapun membicarakannya  akibat hal tersebut, Namun yang paling penting adalah keselamatan jiwa dan  hatinya dihadapan Allah. Dan keselamatan hatinya lebih utama dibandingkan  keselamatan hati orang lain…”)). (Dari ceramah Syaikh Sholeh Alu Syaikh yang  berjudul Waqofaat ma’a kalimaat li Ibni Mas’ud).</p>
<p><strong>Riya itu samar</strong><br />
Sungguh benar sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya  riya itu samar sehingga terkadang menimpa seseorang padahal ia menyangka bahwa  ia telah melakukan yang sebaik-baiknya. Dikisahkan bahwasanya ada seseorang yang  selalu sholat berjama’ah di shaf yang pertama, namun pada suatu hari ia  terlambat sehingga sholat di saf yang kedua, ia pun merasa malu kepada jama’ah  yang lain yang melihatnya sholat di shaf yang kedua. Maka tatkala itu ia sadar  bahwasanya selama ini senangnya hatinya, tenangnya hatinya tatkala sholat di  shaf yang pertama adalah karena pandangan manusia. (Tazkiyatun Nufus hal  15).</p>
<p>Berkata Abu ‘Abdillah Al-Anthoki, “Fudhail bin  ‘Iyadh bertemu dengan Sufyan Ats-Tsauri lalu mereka berdua saling mengingat  (Allah) maka luluhlah hati Sufyan atau ia menangis. Kemudian Sufyan berkata  kepada Fudhail, “Wahai Abu ‘Ali sesungguhnya aku sangat berharap majelis  (pertemuan) kita ini rahmat dan berkah bagi kita”, lalu Fudhail berkata  kepadanya, “Namun aku, wahai Abu Abdillah, takut jangan sampai majelis kita ini  adalah suatu mejelis yang mencelakakan kita “, Sufyan berkata, “Kenapa wahai Abu  Ali?”, Fudhail berkata, “Bukankah engkau telah memilih perkataanmu yang terbaik  lalu engkau menyampaikannya kepadaku, dan akupun telah memilih perkataanku yang  terbaik lalu aku sampaikan kepadamu, berarti engkau telah berhias untuk aku dan  aku pun telah berhias untukmu”, lalu Sufyan pun menangis dengan lebih keras  daripada tangisannya yang pertama dan berkata, “Engkau telah menghidupkan aku  semoga Allah menghidupkanmu”. (Tarikh Ad-Dimasyq 48/404).</p>
<p>Perhatikanlah wahai saudaraku… sesungguhnya  hanyalah orang-orang yang beruntung yang memperhatikan gerak-gerik hatinya, yang  selalu memperhatikan niatnya. Terlalu banyak orang yang lalai dari hal ini  kecuali yang diberi taufik oleh Allah. Orang-orang yang lalai akan memandang  kebaikan-kebaikan mereka pada hari kiamat menjadi kejelekan-kejelekan, dan  mereka itulah yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya.</p>
<p><em>“Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari  apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka  dahulu selalu memperolok-olokkannya.” (QS. Az Zumar: 48).</em></p>
<p><em>“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia  perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka  berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfy: 104). </em></p>
<p><strong>Maroji’:</strong></p>
<ol>
<li>Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-‘Asqolani, dar  As-Salam, Riyadh, cetakan pertama Tahun 2000 masehi</li>
<li>Al-Minhaj syarh Sohih Muslim, Imam Nawawi, Dar  Al-Ma’rifah</li>
<li>Jami Al-‘Ulum wa Al-Hikam, Ibnu Rojab, tahqiq  Al-Arnauth</li>
<li>Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar, Syaikh Abdul  Malik Romadhoni, maktabah Al-Asholah</li>
<li>Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq Al-Banna, dar Ibnu  Hazm, cetakan pertama</li>
<li>Fawaid Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim, tahqiq Syaikh Ali  Hasan, Dar Ibnul Jauzi</li>
<li>Al-Ikhlash, Sulaiman Al-Asyqor, dar  An-Nafais</li>
<li>Silsilah Al-Ahadits As-Sohihah, Syaikh  Al-Albani</li>
<li>Aina Nahnu min Akhlak As-Salaf, Abdul Aziz bin  Nasir Al-Jalil, Dar Toibah</li>
<li>Waqofaat ma’a kalimaat li Ibni Mas’ud, transkrip  dari ceramah Syaikh Sholeh Alu Syaikh</li>
<li>Tazkiyatun Nufus, Ahmad Farid
<p>&nbsp;</p>
<p>Tulisan : Ust Firanda</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=113&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2011/01/08/hadits-i-arbain-nawawi-tentang-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa untuk Orang yang Meninggal</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/doa-untuk-orang-yang-meninggal/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/doa-untuk-orang-yang-meninggal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 14:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8221;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Seorang yang sudah wafat memang akan terputus amal-amalnya. Sebab orangnya sudah meninggal, jadi mana mungkin dia masih bisa beramal. Dengan kewafatannya, otomatis semua amalnya sudah terputus, sebab mayat tidak mungkin melakukan amal ibadah. Karena itu benarlah sabda nabi Muhammad SAW ketika mengatakan bahwa seorang yang meninggal akan terputus amalnya. &#8220;Apabila seorang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=110&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>Assalamu &#8221;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </em><br />
Seorang yang sudah wafat memang akan terputus amal-amalnya. Sebab  orangnya sudah meninggal, jadi mana mungkin dia masih bisa beramal.  Dengan kewafatannya, otomatis semua amalnya sudah terputus, sebab mayat  tidak mungkin melakukan amal ibadah.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Karena itu benarlah sabda nabi Muhammad SAW ketika mengatakan bahwa seorang yang meninggal akan terputus amalnya.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>&#8220;Apabila seorang manusia meninggal  maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, anak yang  shalih yang mendo&#8221;akannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya</em>&#8221; (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa&#8221;i dan Ahmad).</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Namun ketika membaca hadits ini, kita  tidak boleh terpaku dengan pengertian sekilas saja. Hadits ini kalau  kita baca agak teliti dan cermat, akan memberikan sebuah pemahaman yang  lebih luas.<span id="more-110"></span></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Misalnya, hadits ini sebenarnya tidak  mengatakan bahwa orang yang sudah meninggal tidak bisa menerima manfaat  dari orang lain yang masih hidup. Misalnya permintaan ampun, kiriman doa  atau shalat jenazah. Semuanya memang bukan amal perbuatan si mayyit,  melainkan amal orang lain. Tetapi oleh hadits ini tidak ditolak  kemungkinan manfaatnya buat si mayyit.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Yang disebutkan oleh hadits ini hanya sekedar amal si mayyit yang sudah terputus, bukan amal orang lain untuk si mayyit.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Sementara kepastian bahwa amal orang  lain bisa bermanfaat buat si mayyit yang sudah berada di dalam alam  barzakh, justru ditetapkan oleh hadits-hadits lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">A. Shalat Jenazah.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Shalat jenazah adalah salah satu  kewajiban yang bersifat kifa&#8221;i. Setiap muslim dianjurkan untuk  melakukannya. Dan intinya adalah mendoakan dan memintakan ampunan buat  si mayyit yang jasadnya sedang dishalatkan. Kalau amal orang lain tidak  bermanfaat buat si mayyit, maka seharusnya tidak ada syariat shalat  jenazah.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Tentang do&#8221;a shalat jenazah antara lain, Rasulullah SAW bersabda:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>&#8220;Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya  telah mendengar Rasulullah SAW &#8211; setelah selesai shalat  jenazah-bersabda:` Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia,  maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya,  luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun,  bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari  kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat  tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang  lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan  siksa neraka.&#8221;</em> (HR Muslim).</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">B. Doa Kepada Mayyit Saat Dikuburkan</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Selain itu Rasulullah SAW juga  mensyariatkan kita untuk berdoa kepada Allah untuk mayyit yang sedang  dikuburkan. Kalau seandainya amal orang lain tidak bisa diterima, tidak  mungkin Rasulullah SAW bersabda:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>Dari Ustman bin &#8221;Affan ra berkata:`  Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu  bersabda:` mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati  untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya` </em>(HR Abu Dawud)</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">C. Doa Saat Ziarah Kubur</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Sedangkan tentang do&#8221;a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh &#8221;Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW:</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>`Bagaimana pendapatmu kalau saya  memohonkan ampun untuk ahli kubur? Rasul SAW menjawab, `Ucapkan: (salam  sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu&#8221;min maupun  muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan  generasi mendatang dan sesungguhnya -insya Allah- kami pasti menyusul) </em>(HR Muslim).</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;">Jadi kesimpulannya adalah amal ibadah  orang lain asalkan diniatkan untuk orang yang sudah wafat dan memenuhi  standar aturan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, bisa  bermanfaat buat ahli kubur.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>Wallahu a&#8221;lam bishshawab, wassalamu &#8221;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </em></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>Ahmad Sarwat, Lc</strong></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><strong>Sumber: www.ustsarwat.com<br />
</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=110&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/doa-untuk-orang-yang-meninggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Tokoh Autodidak Sejati Yang Sukses Menjadi Orang Besar</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/5-tokoh-autodidak-sejati-yang-sukses-menjadi-orang-besar/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/5-tokoh-autodidak-sejati-yang-sukses-menjadi-orang-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 13:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekedar Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Apakah gagal melanjutkan sekolah menjauhkan kita dari sukses? Tokoh-tokoh berikut ini membuktikan bahwa belajar tak selalu harus di sekolah. Bahkan ketika sekolahnya gagal diselesaikan, mereka bisa belajar sendiri dari kehidupan yang dihadapinya dan meraih sukses luar biasa. Berikut ini mereka yang sukses luar biasa mengubah nasib dengan belajar secara autodidak alias gak makan bangku sekolahan. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=107&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>Apakah    gagal melanjutkan sekolah  menjauhkan kita dari sukses? Tokoh-tokoh    berikut ini membuktikan bahwa  belajar tak selalu harus di sekolah.    Bahkan ketika sekolahnya gagal  diselesaikan, mereka bisa belajar    sendiri dari kehidupan yang  dihadapinya dan meraih sukses luar biasa.    Berikut ini mereka yang sukses  luar biasa mengubah nasib dengan  belajar   secara autodidak alias gak  makan bangku sekolahan.</div>
<div>1. Agatha Christie (1890 – 1976) Belajarnya   Cuma di Rumah</div>
<div><img title="Tokoh Autodidak  Sejati yang Sukses 1" src="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-1.jpg" alt="" width="400" height="369" /></div>
<div>Agatha  Christie adalah penulis asal  Inggris  yang dikenal sebagai  Master of  The Mystery Novel atau Queen of  Crime.  Novel bergenre  misterinya  begitu terkenal ke seluruh dunia. Ia  menulis  80-an novel.  Sebanyak  30-an novelnya sudah diadaptasi ke dalam  film.<span id="more-107"></span></div>
<div>Di  manakah ia belajar hingga menjadi  penulis   yang begitu produktif?  Ternyata Agatha hanya belajar di rumah.    Sebenarnya di keluarganya, ia  punya dua kakak yang kebetulan mendapat    kesempatan sekolah formal.  Sedangkan untuk Agatha, ibunya memilih untuk    mengajari sendiri di  rumah. Saat usia putrinya menginjak 8 tahun, sang    ibu baru  mendatangkan tutor ke rumah.</div>
<div>Ketika  Perang Dunia I bergolak, Agatha  bekerja  menjadi perawat.  Saat itu  usianya baru belasan. Kemudian ia  bekerja  di apotek rumah  sakit yang  banyak mengilhami cerita soal racun  dalam  novel-novelnya di  kemudian  hari. Novel pertamanya lahir setelah   kakaknya, Madge,  memberinya  tantangan, apakah ia bisa menulis novel.   Tantangan itu ia  jawab  dengan novel pertamanya berjudul “The Mysterious   Affair at  Styles”  (Misteri di Styles). Dari sanalah ia meniti karier   sebagai  novelis.</div>
<div>2. Frederick   Douglass (1818 – 1895): Budak yang Belajar Autodidak</div>
<div><img title="Tokoh Autodidak Sejati yang Sukses 2" src="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-2.jpg" alt="" width="400" height="280" /></div>
<div>Frederick  adalah seorang budak asal  Amerika  Serikat, yang  dilarang sekolah.  Meski begitu ia pantang menyerah  untuk  belajar. Ia  mulai dengan  belajar membaca dari seorang aktivis  gerakan  pembebasan  perbudakan.  Ia belajar dari apa pun yang bisa ia  baca.</div>
<div>Untuk  memperkaya ilmunya, Frederick  selalu   mencari kesempatan untuk  berbicara dengan orang-orang yang    pengetahuannya lebih tinggi  darinya. Terbukti belajarnya efektif, karena    setelah bebas sebagai  budak ia menjadi penulis hebat, orator ulung,   dan  pemimpin gerakan  pembebasan perbudakan</div>
<div>3. Lawrence Ellison (66 tahun): Membangun   Oracle karena Terinspirasi sebuah Paper</div>
<div><img title="Tokoh Autodidak Sejati yang Sukses 3" src="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-3.jpg" alt="" width="400" height="310" /></div>
<div>Lawrence  (Larry) Ellison adalah pendiri   Oracle, perusahaan  pembuat software  terbesar kedua dunia saat ini.   Seperti pengusaha di  bidang teknologi  informasi lainnya yang kebanyakan   drop-out perguruan  tinggi, Larry  pun demikian. Ia keluar dari  University  of Illinois pada  tahun  keduanya kuliah. Setelah itu ia  membangun  kariernya sebagai ahli  data  system. Ia tertarik mendirikan  Oracle pada  tahun 1977 setelah   terinspirasi dari paper karya Edgar F.  Codd mengenai  database system   berjudul “Relational Model of Data for  Large Shared Data  Banks.”</div>
<div>4. Peter  Jennings (1938 – 2005): Presenter  Terkenal yang Tak Lulus SMA</div>
<div><img title="Tokoh Autodidak  Sejati yang Sukses 4" src="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-4.jpg" alt="" width="400" height="311" /></div>
<div>Presenter  terkenal ABC News ini  sebenarnya tak  lulus SMA.  Jennings memulai  kariernya sejak usia 9 tahun.  Saat itu ia  menjadi  penyiar radio  anak-anak di Kanada. Ayahnya yang  juga penyiar  radio CBC  dan sedang  bertugas di luar negeri berang ketika  tahu  anaknya jadi  penyiar radio  di tempatnya bekerja. Ayahnya memang tak   menyukai  nepotisme.  Kegiatan jadi penyiaran ciliknya tak lama. Peter   lebih  konsentrasi  sekolah. Namun sekolahnya tak mulus. Malah ia sempat   tak  naik ke  kelas 10. Menurut pengakuannya ia bosan belajar saat itu.    SMA-nya pun  tak tamat.</div>
<div>Ia  sebenarnya   ingin sekali menjadi  penyiar seperti ayahnya. Namun  kesempatan itu tak   mudah ia dapat. Ia  lebih dulu bekerja di bank dan  sempat aktif di   teater setempat. Baru  pada usia 21 tahun ia bisa  meraih impiannya   menjadi penyiar radio.  Setelah itu kariernya terus  menanjak dengan   semangat autodidaknya yang  tinggi hingga kemudian  menjadi wartawan dan   penyiar televisi kenamaan  AS.</div>
<div>5.  Anthony Robbins (50 tahun): Bekerja Sambil Belajar dari  Pembicara  Ternama</div>
<div><img title="Tokoh Autodidak  Sejati yang Sukses 5" src="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-5.jpg" alt="" width="400" height="400" /></div>
<div>Ia  hanya tamat SMA dan memulai kariernya   dengan cara  mempromosikan  seminar yang diadakan Jim Rohn. Saat itu   usianya baru 18  tahun. Ia  memanfaatkan kedekatan dengan Jim Rohn untuk   belajar  “happiness and  success life“. Tak heran jika ia tak segan   menyebut Jim  Rohn sebagai  mentor pertamanya. Pada usia 22 tahun,  Anthony  Robbins  mulai belajar  Neuro-Linguistic Programming (NLP)  secara  informal dari  penciptanya,  John Grinder. Setelah belajar dari  tokoh lain  yang juga  secara  informal, Robbins akhirnya bisa  mengembangkan ilmu NLP  menjadi  ilmu  baru yang disebutnya  Neuro-Associative Conditioning (NAC).</div>
<div>Dengan  belajar yang bisa disebut  autodidak   (bukan di bangku sekolah atau  perguruan tinggi), Robbins  akhirnya   menjadi penulis buku laris dan  motivator terkenal di dunia. Ia  sudah   berbicara di hadapan lebih dari  50 juta orang di lebih dari 50  negara.   Jangan heran, dari sisi  finansial, dari semula pemuda miskin,  Robbins   menjadi pembicara  dengan tarif tinggi. Dalam kariernya ia pernah    menjadi salah satu  penasihat (mantan) Presiden AS Bill Clinton</p>
<p>Sumber : http://kumpulbae.blogspot.com/2010/10/5-tokoh-autodidak-sejati-yang-sukses.html</p></div>
<p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0"></a></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=107&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/5-tokoh-autodidak-sejati-yang-sukses-menjadi-orang-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tokoh Autodidak  Sejati yang Sukses 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tokoh Autodidak Sejati yang Sukses 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tokoh Autodidak Sejati yang Sukses 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tokoh Autodidak  Sejati yang Sukses 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unik13.info/wp-content/uploads/2010/10/Tokoh-Autodidak-Sejati-yang-Sukses-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tokoh Autodidak  Sejati yang Sukses 5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MADZHAB SYAFI’I BIOGRAFI, ULAMA PENERUS DAN ALIRAN</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/madzhab-syafi%e2%80%99i-biografi-ulama-penerus-dan-aliran/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/madzhab-syafi%e2%80%99i-biografi-ulama-penerus-dan-aliran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 07:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Madzhab Syafi’i Biografi, Ulama Penerus, dan Aliran Biografi singkat pendiri madzab Syafi,I Madzhab Syafi’I didirikan oleh Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Abdul Mutholib bin Abdi Manaf atau yang lebih terkenal dengan sebutan Imam Syafi’I (dinisbatkan pada kakek beliau yang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=104&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Madzhab Syafi’i<br />
Biografi, Ulama Penerus, dan Aliran</p>
<p>Biografi singkat pendiri madzab Syafi,I</p>
<p>Madzhab Syafi’I didirikan oleh Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin  Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim  bin Abdul Mutholib bin Abdi Manaf atau yang lebih terkenal dengan  sebutan Imam Syafi’I  (dinisbatkan pada kakek beliau yang bernama Syafi’  bin Saib). Beliau di lahirkan di daerah Ghaza Palestina pada tahun 150  H. dan meninggal di Mesir pada tahun 204 H. dalam usia 54 tahun</p>
<p><span id="more-104"></span></p>
<p>Pengembaraan ilmu</p>
<p>Petualangan imam Syafi’I dalam menuntut ilmu bermula ketika sang ibu  mengajak beliau berhijrah dari tanah kelahirannya di Ghaza menuju tanah  suci Mekah. Pada waktu itu umur beliau masih balita. Mula-mula beliau  belajar Al Qur’an kepada ulama kota Mekah, dan belum menginjak umur 7  tahun beliau sudah mampu menghafalnya di luar kepala. Kemudian  diteruskan dengan belajar kepada ulama-ulama besar Mekah dengan  keberagaman ilmu yang mereka kuasai. Diantaranya adalah Ismail bin  Qostantin, Sufyan bin Uyainah (seorang ahli hadits), Muslim bin Kholid  Azzanjy (pakar fiqh), Sa’id bin Salim Al Qoddah, Dawud bin Abdurrahman  Al ‘Atthar, dan Abdul Majid bin Abdul Aziz bin Ubay.<br />
Setelah merasa cukup belajar pada ulama-ulama Mekah, beliau meneruskan  pengembaraan intelektualnya ke Madinah. Pada waktu itu, ulama yang  paling menonjol di Madinah adalah Imam Malik bin Anas, muallif kitab  Muwatho’. Beliau ingin sekali belajar langsung kepada Imam Malik, akan  tetapi melihat Syai’I yang masih berumur 13 tahun, imam Malik menganggap  Syafi’i kecil belum layak untuk menerima pengajian langsung dari  beliau, dan diperintahkannya untuk mengaji kepada murid-murid seniornya  terlebih dahulu.  Setelah Syafi’I kecil mengaji kepada murid-murid  seniornya, baru Syafi’I disuruh menghadap dan membacakan apa yang baru  saja ia pelajari. Imam Malik terkagum-kagum akan bacaan Syafi’I yang  bagus dan teliti, dan langsung memberikan perhatian husus kepada Syafi’I  kecil. Beliau belajar kepada imam Malik selama 15 tahun, yaitu dari  tahun 164 H. sampai tahun 179 H.</p>
<p>Selain belajar intensif kepada imam Malik, beliau juga belajar kepada  Ibrahim bin Sa’ad Al Anshory, Abdul Aziz bin Muhammad Ad Darowardy,  Ibrahim bin Abi Yahya Al Aslamy, Muhammad bin Sa’id bin Abi Fadik dan  Abdullah bin Nafi’ As Shoigh</p>
<p>Kemudian menuju Baghdad pada tahun 184 H. Disana belaiu secara intens  belajar kepada imam Muhammad bin Hasan, seorang murid imam Abi Hanifah.  Dari beliau , imam Syafi’I belajar tentang madzhad Hanafi secara  mendalam dan juga mempelajari seluruh karya-karyanya. Disamping itu,  imam Syafi’I juga belajar kepada imam Waki’ bin Jarroh, Abdul Wahab bin  Abdul majid Atsaqofy Abu Usamah Hammad bin Usamah Al Kufy, Ismail bin  ‘Ulayyah yang kesemuanya adalah para penghafal hadits nabi. Setelah  merasa cukup, imam Syafi’I kembali ke Mekah untuk menggelar pengajian  perdananya.</p>
<p>Beliau berumur 45 tahun ketika meninggalkan Mekah menuju ke Baghdad  dalam rangka menyebar luaskan buah pemikirannya. Di Baghdad inilah, buah  pemikiran Syafi’I dapat diterima secara luas dan mampu memberikan corak  baru dalam kehidupan dan dunia intelektual penduduk Baghdad. Dari  sinilah cikal bakal madzhab Syafi’I tersemai dan akan tumbuh menjadi  madzhab yang dipeluk oleh mayoritas umat islam di seluruh dunia,  terutama di kawasan Asia tenggara pada umumnya dan hususnya di  Indonesia.</p>
<p>Setelah beberapa lama tinggal di Baghdad, beliau kembali ke Mekah,  dan setelah itu  kembali lagi ke Baghdad untuk ketiga kalinya pada tahun  198 H.. Akan tetapi beliau hanya tinggal beberapa bulan di Baghdad.  Kemudian  meneruskan perjalanannya menuju Mesir sampai Alloh  memanggilnya pada tahun 204 H.</p>
<p>Dasar-dasar pengambilan hukum dalam madzhab Syafi’i</p>
<p>Dalam pengambilan hukum, madzhab Syafi’I senantiasa berpegang kepada  Al Qur’an dan Hadits serta mengedepankan dalil (nash).  Hal inilah yang  menjadi ciri has madzhab Syafi’i. Beliau selalu menyandarkan segala hal  kepada nash, disaat imam lain secara terang-terangan  mengikuti  kebiasaan penduduk di salah satu daerah atau taqlid kepada ulama-ulama  generasi sebelumnya, seperti yang di lakukan oleh imam Malik dan imam  Abu Hanifah, beliau tetap bersikukuh akan dalil nash. Dan apabila dalam  Al Qur’an dan hadits tidak ditemukan sebuah dalil yang dapat digunakan  sebagai sandaran hukum, beliau mengacu kepada pendapat para sahabat,  setelah itu baru mengacu kepada qiyas, istishab dan terahir adalah  istiqro’. Sedangkan untuk sumber-sumber yang lain, seperti maslahat  mursalah, istihsan, adat kebiasaan penduduk Madinah dan ajaran/syariat  nabi terdahulu, imam Syafi’I tidak mempergunakannya.</p>
<p>Mata rantai periwayatan madzhab Syafi’i</p>
<p>Dalam periwayatan madzhab Syafi’I, yaitu mata rantai penyampaian  ajaran Syafi’i hingga sampai ke tangan kaum muslimin sekarang ini, kita  mengenal adanya dua corak/jalur periwayatan, yaitu jalur Khurosan dan  jalur Irak. Hal ini berkaitan dengan perjalanan beliau dalam  memperkenalkan pemikiran-pemikirannya dalam rentang waktu antara tahun  179 H. sampai tahun 204 H.untuk lebih jelasnya, mari kita lihat peta  pertumbuhan dan perkembangan madzhab Syafi’I berikut ini:</p>
<p>- Fase persiapan membangun madzhab, yaitu semenjak meninggalnya imam  Malik sampai perjalanan beliau ke Baghdad untuk kali kedua pada tahun  195 H.</p>
<p>– Fase madzhab qodim, yaitu dimulai semenjak kedatangan beliau ke  Baghdad yang kedua (195 H.) sampai beliau pindah ke Mesir pada tahun 199  H.</p>
<p>– Fase penyempurnaan  dan pemantapan madzhab yang baru, yaitu semenjak tinggal di Mesir sampai wafat pada tahun 204 H.</p>
<p>- Fase penyeleksian pendapat dan buah pemikiran imam Syafi’i, hal ini   dimulai semenjak imam Syafi’I wafat sampai pada pertengahan abad ke 5  hijriyah.</p>
<p>- Fase stabil, yaitu setelah selesai fase penyeleksian,. Ditandai  dengan bermunculannya kitab-kitab mukhtasor dalam madzhab yang berisikan  pendapat-pendapat yang rojih dalam madzhab Syafi’I  dan penjelasannya  dengan metode sistematik.</p>
<p>Dari beberapa fase tadi, ada dua fase yang menjadikan pembagian jalur  periwayatan madzhab Syafi’I menjadi dua, yaitu fase kedua dan ke tiga.  Hal ini terjadi dikarenakan murid-murid imam Syafi’I setelah belajar  dari beliau, menyebar luaskan ajarannya di beberapa daerah, dan yang  paling menonjol dalam hal pencetakan kader-kader penerus madzhab Syafi’I  adalah di Khurosan dan di Irak.</p>
<p>Sebenarnya, kedua jalur periwayatan tadi sama-sama mengikuti  dasar-dasar alur pemikiran Syafi’I, hanya saja dalam beberapa hal,  misalnya dalam beristimbat, dasar-dasar yang dijadikan dalil dalam  menentukan sebuah hukum dan dalam pemikiran masalah-masalah fiqh  keduanya mempunyai sedikit perbedaan. Dan inilah yang menjadikan jalur  periwayatan madzhab Syafi’I ada dua corak, corak Khurosan Dan corak  Irak.</p>
<p>Untuk mengenal siapa-siapa yang menjadi penopang kedua aliran dalam  madzhab Syafi’I, kita akan mengutip perkataan imam Nawawi. Beliau  berkata: “Saya mempelajari Fiqh madzhab Syafi’I dari beberapa ulama  kenamaan, yaitu:<br />
Imam Abu Ibrahim Ishaq bin Ahmad bin Utsman Al Maghriby, kemudian kepada  Syaikh Abu Abdirrohman bin Nuh bin Muhamad bin Ibrahim Al Maqdisy,<br />
Abu Hafsh Umar bin As’ad bin Abu Tholib Ar Ruba’I, kesemuanya berguru  kepada imam Abu Amr Ibnu Sholah dan beliau berguru kepada ayahandanya,  dan dari ayahnya itulah dua corak madzhab Syafi’I dipelajarinya.</p>
<p>Adapun untuk jalur periwayatan ulama-ulama Irak, beliau (bapak dari  Ibnu Sholah) mempelajarinya dari Ibnu Sa’id Abdullah bin Muhammad bin  Hibbatulloh bin Ali bin Abu ‘Asrun Al Musawy, beliau belajar kepada Abu  Ali AL Fariqy, Abu Ali belajar kepada Abu Ishaq Al Syaerozy, Abu Ishaq  belajar kepada Qodhy Abu Thoyyib Al Thobary (Thohir bin Abdullah), Al  Thobary belajar kepada Abu Hasan Al Masarjisy (Muhammad bin Ali bin  Sahal bin Muslih), Abu Hasan belajar kepada Abu Ishak Al Marwazy  (Ibrahim bin Ahmad), Al Marwazy belajar kepada Ibnu Suraij (Abu Abbas  Ahmad bin Umar bin Suraij), beliau belajar kepada Abu Qosim Utsman bin  Basyir Al Anmathy, Abu Qosim belajar kepada imam Muzani (Abu Ibrahim  Ismail bin Yahya) dan imam Muzani belajar langsung kepada imam Syafi’i.</p>
<p>Imam Syafi’I belajar ilmu Fiqh kepada imam Malik bin Anas, imam Sufyan bin Uyainah dan imam Abu Kholid Muslim Al Zanjy.<br />
Dan dari ketiga ulama inilah mata rantai keilmuan imam Syafi’I sampai  kepada Rosululloh SAW. Lebih jelasnya, imam Malik berguru kepada imam  Rabi’ah yang mendapatkan pengetahuannya dari sahabat Anas dan imam  Nafi’, murid dari Ibnu Umar. Imam Sufyan bin Uyainah belajar kepada Amr  bin Dinar yang menjadi murid dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Sedangkan  imam Abu Khold Al Zanjy belajar kepada Abdul Malik bin Abdul Aziz bin  Juraij, beliau belajar kepada ‘Atho bin Abi Robah dari Ibnu Abbas. Ibnu  Abbas belajar kepada para sahabat- sahabat besar, yaitu: Umar bin  Khotob, Ali bin Abu Tholib, dan Zaid bin Tsabit.</p>
<p>Untuk jalur Khurosan, beliau imam Nawawy mendapatkannya dari  ulama-ulama yang telah disebutkan di atas, dari mereka  bersambung  kepada imam Ibnu Sholah, dari Bapaknya, dari Abu Qosim bin Bazary Al  Jazary, dari Elkaya Al Harosy (Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Ali), dari  imam Haramain (Abul Ma’aly Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf Al  Juwainy), dari bapaknya (Abu Muhammad Al Juwainy),  dari  imam Qofal (Al  Marwazy Al Shoghir), dari Abu Zaid Al Marwazy (Muhammad bin Ahmad bin  Abdullah), dari Abu Ishaq Al Marwazy, dari Ibnu Suraij dan seterusnya  sampai kepada Rosululloh SAW.</p>
<p>Dari jalur periwayatan tadi, kita temukan dua ulama yang yang  mempertemukan kedua arus periwayatan madzhab imam Syafi’I, yaitu imam  Abu Ishaq Al Marwazy dan imam Ibnu Sholah, hanya saja imam Marwazy  menelorkan murid yang meneruskan kedua aliran tadi sedangkan imam Ibnu  sholah menggabungkan keduanya hingga tidak ada  lagi corak Khurosan dan  corak Irak. Yang ada hanya madzhab Syafi’I tanpa embel-embel Khurosan  Atau Irak.</p>
<p>Thobaqot ulama Khurosan</p>
<p>Sebelum membahas siapa saja yang berdri dalam barisan ulama Khurosan,  alangkah lebih baik kita mengenal daerah Khurosan lebih dahulu.  Khurosan adalah satu daerah di tanah Persia, lebih tepatnya sebelah   tenggara kota Teheran, ibu kota Iran. Khurosan zaman dahulu dibagi  menjadi 4 kota, yaitu: Naisabur, Haroh, Balkh, dan Marwa. Dari keempat  kota tadi yang terbesar adalah Marwa, makanya kadang kala ulama yang  berasal dari daerah Khurosan di nisbatkan kepada kota Marwa menjadi Al  Murowazah (Ulama-ulama yang berasal dari daerah Marwa). Marwa sendiri di  bagi menjadi dua, ada Marwa Syahijan ada Marwa Roudz. Ketika laadz  Marwa disebutkan tanpa ada qoyidnya, maka yang dimaksud adalah Marwa  Syahijan, dan orang-orangnya memakai gelar Al Marwazy di belakangnya.  Sedangkan untuk Marwa Roudz harus disebutkan secara keseluruhan, dan  orang-orangnya biasanya menyandang gelar Al Marwarodzy yang disingkat  menjadi Al Marwadzy.</p>
<p>Ulama-ulama Syafi’iyah generasi pertama yang berada di daerah  Khurosan adalah murid-murid langsung dari imam Syafi’I, diantaranya  adalah Ishaq bin Rohuyah Al Handzoly, Hamid bin Yahya bin Hani’ Al  Balkhy, beliau belajar kepada Imam Syafi’I dan imam Sufyan bin Uyainah  wafat tahun 202 H, Abu Sa’id Al Isfahany (Al Hasan bin Muhammad bin  Yazid), belaiu adalh orang pertama yang membawa ajaran imam Syafi’I ke  Isfahan dan yang terahir adalah Abu Hasan An Naisabury (Ali bin Salamah  bin Syaqiq) Wft. Tahun 252 H.</p>
<p>Generasi kedua adalah para murid dari ulama generasi pertama. Yang  paling menonjol dari generasi ini adalah Abu Bakar bin Ishaq bin  Khuzaimah, dan Abu Abdillah Muhammad bin Nashr Al Marwazy, beliau lahir  di Baghdad pada tahun 202 H, menghabiskan masa kecilnya di Naisabur,  kemudian belajar di Mesir kepada murid-murid Imam Syafi’I dan  menghabiskan masa tuaanya di Samarkand sampai wafat pada tahun 294 H.  kemudian Abu Muhammad Al Marwazy (‘Abdan bin Muhammad bin Isa) beliau  adalah murid dari imam Muzani. Selanjutnya adalah Abu Ashim Fudhail bin  Muhamad Al Fudhaily, seorang pakar fikih di daerah Haroh sekaligus  menjadi mufti disana. Dan untuk seterusnya adalah Abu Hasan As Shobuny,  Abu Sa’id Ad Darimy, Abu Umar Al Khofaf (Penguasa Naisabur), dan terahir  adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ibrahim Al Ubady Al Busyinjy.<br />
Generasi ketiga di komandani oleh Abu Ali Al Tsaqofy, Abu Bakar Ahmad  bin Ishaq bin Ayyub Al Shubaghy, Abu Bakar Al Mahmudy Al Marwazy dan Abu  fadl Ya’kub bin Ishaq bin Mahmud Al Harowy.</p>
<p>Generasi keempat dipimpin oleh Abu Ishaq Al Marwazy, murid dari Ibnu  Suraij, dan telah disinggung sebelumnya bahwa beliaulah orang yang  mempertemukan dua arus interpretasi madzhab Syafi’I. berdiri  dibelakangnya Abu Walid Hassan bin Muhamad Al Qurosyi An Naisabury, Abu  Hasan An Nasawy, Abu Bakar Al Baihaqy, dan Abu Mansur Abdullah bin  Mahron.</p>
<p>Ulama-ulama yang menempati generasi kelima terbilang sedikit,  diantaranya adalah Abu Zaid Al Marwazy, Abu Sahal As Sho’luky, Abu Abbas  Al Harowy dan Abu Hafsh Al Harowy.</p>
<p>Ulama-ulama yang menempati generasi ke enam adalah: Abu Bakar Al  Qofal Al Marwazy, Abu Thoyib As Sho’luky, Abu Ya’kub Al Abyurdy dan Abu  Ishaq Al Isfiroyiny.</p>
<p>Generasi ke tujuh adalah: Qodhy Husain, Abu Ali As Sinjy dan Abu bakar As Shoidalany.</p>
<p>Generasi ke delapan dari ulama khurosan di wakili oleh Imam Haromain,  seorang ulama besar pengarang kitab Nihayatul Mathlab Fi Diroyatil  Madzhab, kitab inilah yang dikemudian hari menjadi sumber awal dari  silsilah kitab-kitab ulama Syafi’iyah.</p>
<p>Dan terahir adalah generasi ke Sembilan, karena setelah generasi ini  kedua jalur melebur menjad satu dengan prakarsa Imam Ibnu Sholah.  Termasuk dalam ulama generasi ke Sembilan ini adalah El Kaya Al Harosy,  Abu Sa’ad Al Mutawally, Al Baghowy, Al Ruyany, dan Al Ghozaly.</p>
<p>Kitab-kitab buah karya ulama Khurosan</p>
<p>Kitab utama ulama Syafi’iyah yang terkenal dengan aliran Khurosan  adalah kitab-kitab buah karya Ali As Sinjy yang menjabarkan  pendapat-pendapat imam Muzani, yang dinamakan dengan Al Madzhab Al Kabir  oleh imam Haromain, kemudian di belakangnya yaitu Syarh Talkhish karya  Ibnu Qosh, dan Syarh Furu’ karya Ibnu Haddad yang banyak di jabarkan  (Syarah) oleh ulama-ulama generasi sesudahnya.</p>
<p>Selain dari tiga kitab yang sudah disebutkan tadi ada beberapa kitab  yang lain diantaranya adalah: kitab komentar karya Qodhi Husein, kitab  Silsilah, dan Al Jam’u  wal Farqu  karya Imam Juweny, An Nihayah karya  Imam Haromain, At Tahdzib karya Al Baghowy, Al Ibanah dan Al ‘Umdah  karya Al Faurony, Titimmatul Ibanah karya Al Mutawally, Al Basith, Al  Wasith, Al Wajiz dan Al Khulashoh karya Al Ghozaly, Syarh Al Wasith  karya Ibnu Rif’ah, Isykalatul Wasith wal Wajiz karya Al ‘Ujaily,  Hasyiyah Wasith karya Ibnu Sukary, Isykalatul Wasith karya ibnu Sholah,  Syarh Kabir, Syarah Shoghir dan At Tahdzib karya Ar Rofi’I, Ar Roudhoh  karya An Nawawy, Mukhtasorul Mukhtashor karya Imam Juweny, Al Mu’tabar,  Al Muharror, Al Minhaj, dan Tadzkirotul ‘Alim karya Abu Ali bin Suraij  dan Al Lubab karya As Syisyi.</p>
<p>Thobaqot ulama Irak</p>
<p>Generasi pertama aliran Irak adalah murid-murid dari Imam Syafi’I  yang mengembangkan madzhab Syafi’I di Irak, mereka adalah Abu Tsaur  Ibrahim bin Kholid Al Kalaby Al Baghday, imam Ibnu Hambal, Abu Ja’far Al  Kholal Ahmad bin Kholid Al Baghdady, Abu Ja’far An Nahlasyi, Abu  Abdillah As Shoirofy, Abu Abdirrahaman Ahmad bin Yahya bin Abdul Aziz Al  Baghdady, Al Harits bin Suraij, Al Hasan bin Abdul Aziz Al Mashry dan  terahir Al Karobisi Al Husein bin Ali Al Baghdady.</p>
<p>Ulama generasi ke dua diantaranya adalah Abu Qosim Al Anmathy, Abu  Bakar An Naisabury, Abu Ja’far Muhammad bin Ahmadbin Nasr At Tirmidzy,  Qodhi Abu Ubaid Ali bin Husein bin Harbaweh Al Baghdady, abu Ishaq Al  Harby dan Abu Hasan Al Mundziry.</p>
<p>Generasi ketiga diwakili olaeh imam Ibnu Suraij, nama lengkapnya  adalah Abu Abas Ahmad bin Umar bin Suraij, seorang Qodhi kota Baghdad  dan guru sebagian besar   dari ulama-ulama Syafi’iyah setelahnya. Dalam  generasi ini juga tercatat nama Abu Said Al Istokhry, Abu Ali bin  Khoiron, dan Abu hafsh yang terkenal dengan sebutan Ibnu Wakil.</p>
<p>Generasi ke empat dipimpin oleh Abu Ishaq Al Marwazy, di belakangnya  ada imam Abu Ali bin Abu Huraiarah, Abu Thoyib Muhammad bin Fadhol bin  Maslamah Al Baghdady, Abu Bakar As Shoirofy, Abu Abbas bin Al Qodhi, Abu  Ja’far Al Istirabadzy, Abu Bakar Ahmad bin Husein bin Sahal Al Farisi  dan terahir adalah Abu Husein Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al Qothon.</p>
<p>Dalam generasi ke lima hanya tercatat tiga ulama besar, yaitu: imam Ad Dariky, Abu Ali At Thobary dan Abu Hasan bin Marzaban.</p>
<p>Untuk generasi ke enam juga di wakili oleh tiga ulama besar, yaitu:  Abu Hamid Al Isfiroyini (Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al Baghdady, wft.  Tahun 406 H.), Abu Hasan Al Masarjisi dan Abu Fadhol An Nasawy.</p>
<p>Ulama generasi ke tujuh di komandani oleh Abu Hasan Al Mawardy  (muallif kitab Al Hawy), Qodhi Abu Thoyib, Salim bin Ayyub Ar Rozy, Abu  Hasan Al Mahamily, imam Syasyi, Al Bandanijy dan Qodhi Abu Sa’id.</p>
<p>Dan ulama generasi terahir di tempati oleh Qodhi abu Saib, Abu Hasan  Al Mahamily Al Kabir, Abu Sahal Ahmad bin Ziyad, Faqih Al Baghdady, Abu  Bakar Muhammad bin Umar Az Zabady Al Baghdady, Abu Muhammad Al Jurjany  dan Abu Thoyib As Shoid.</p>
<p>Kitab-kitab hasil karya ulama Syafi’iyah sekte Irak</p>
<p>Ulama-ulama penyokong madzhab Syafi’I yang membekingi aliran Irak  termasuk ulama yang produktif. Hal ini tergambar jelas dari setiap  tingkatan generasi yang menelorkan berpuluh-puluh kitab. Dan dari satu  kitab tersebut ada berpuluh-puluh jilid, semisal kitab yang membahas  tentang komentar Syaikh Abu Hamid yang mencapai 50 jilid. Dari  kitab-kitab tadi, kitab yang menjadi rujukan utama adalah kitab komentar  Syeih Abu Hamid Al Isfiroyiny. Sedangkan kitab-kitab yang lain  menempati posisi di belakangnya, seperti kitab Ad Dzahiroh buah karya Al  Bandanijy, Ad Dariq karangan syeikh Abu Hamid, Al Majmu’, Al Ausath, Al  Muqni’, Al Lubab, At Tajrid  karya Al Muhamily, kitab komentar(ta’liq)  karya Thoyib At Thobary, Al Hawy, dan Al Iqna’ karya Al Mawardy, Al  Lathif karya Abu Husain bin Khoiron, At Taqrib, Al Mujarrod dan Al  Kifayah karya Sulaim, Al Kifayah karya Al ‘Abdary, At Tahdzib, Al Kafi  dan Syarah Al Isyaroh karya Nasr Al Maqdisy, Al Kifayah karya Al  Muhajiry, At Talqin karya Ibnu Suroqoh, Tadznibul Aqsam karya Al  Mar’asyi, Al Kafi karya Az Zabidy, dan masih banyak lagi kitab-kitab  lain yang tidak mungkin disebutkan satu persatu dalam tulisan ini.</p>
<p>Setelah mengetahui diantara pengikut madzhab Syafi’I sekte Irak dan  sekte Khurosan, mungkin akan timbul pertanyaan: siapakah diantara  keduanya yang paling unggul? Untuk menjawab pertanyaan tadi memang agak  sulit, karena pada masing-masing sekte punya kelebihan dan kekurangan.  Walhasil, tidak ada yang lebih unggul dalam segala aspek, untuk aspek  penukilan nash-nash imam Syafi’I, kaidah-kaidah madzhabnya dan berbagai  macam pendapat para ulama-ulama syafi’iyah generasi awal, sekte Irak di  bilang unggul. Sedangkan sekte Khurosan lebih unggul dalam hal-hal yang  berkaitan dengan pembahasan hukum dan kelengkapannya.</p>
<p>Ulama-ulama penyokong madzhab Syafi’i</p>
<p>Abu Umayyah At Thursusi: Muhammad bin Ibrahim, wft. 273 H<br />
Abu Ishaq, ketika tidak ada qoyidnya maka yang dimaksud adalah Al Marwazy.<br />
Abu Ishaq Al Isfiroyini: Ibrahim bin Muhammad bin Ibrahim bin Mahron, wft. 418 H.<br />
Abu Ishaq Al Syaerozy: Ibrahim bin Ali bin Yusuf bin Abdullah Al Syaerozy, wft. 472 H.<br />
Abu Ishaq Al Marwazy: Ibrahim bin Ahmad Al Marwazy, padanya bertemu dua sekte dalam madzhab Syafi’I, w. 340 H.<br />
Abu Hasan Al Mawardy: Ali bin Muhammad bin Habib, muallif kitab Hawy, w.450H.<br />
Abu Hasan Al Masarjisi: Muhammad bin Ali bin Sahal bin Muflih, w. 384 H.<br />
Abu Husain bin Qothon: Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Qothon Al Baghdady, w. 359 H.<br />
Abu Rabi’ Al Ilaqy: Thohir bin Muhammad bin Abdillah, w. 465 H.<br />
Abu Thoyib As Sho’luky: Sahal bin Muhammad bin Sulaiman Al ‘Ajaly, w. 387 H.<br />
Abu Thoyib Al Thobary: Qodhi Thohir bin Abdullah bin Thohir, w. 450 H.<br />
Abu Abbas bin Suraij: Ahmad bin Umar bin Suraij Al Baghdady, w. 306 H.<br />
Abu Abbas bin Qosh: Ahmad bin Abi Ahmad Al Qosh Al Thobary, w. 335 H.<br />
Abu Qosim Ad Dariky: Abdul Aziz bin Abdullah, w. 375 H.<br />
Abu Walid An Naisabury: Hassan bin Muhammad bin Ahmad bin Harun, w. 349H.<br />
Abu Bakar Al Ismaily: Ahmad bin Ibrahim bin Ismail Al Jurjany, w. 371 H.<br />
Abu Bakar As Shobughy: Ahmad bin Ishaq, w.342 H.<br />
Abu Bakar AS Shoirofy: Muhammad bin Abdillah, w. 330 H.<br />
Abu Bakar An Naisabury: Abdullah bin Muhammad bin Ziyad, w. 324 H.<br />
Abu Bakar bin Haddad: Muhammad bin Ahmad A Qodhy Al Mashry, w. 345 H.<br />
Abu Bakar bin Mundzir: Muhannad bin Ibrahim bin Mundzir, w. 309 H.<br />
Abu Bakar bin Lal: Ahmad bin Ali bin Ahmad, w. 378 H.<br />
Abu Tsaur: Ibrahim bin Kholid Al Kalaby, w. 240 H.<br />
Abu Hamid Al Isfroyini: Ahmad bn Muhammad bin Ahmad, w. 406 H.<br />
Abu Hamid Al Marwarodzy: Ahmad bin Bisyr bin Amir Al Qodhi, w. 362 H.<br />
Abu  Zaid Al Marwazy: Muhammad bin Ahmad bin Abdullah, w. 371 H.<br />
Abu Sa’ad Al Mutawally: Abdurrahman bin Ma’mun, w. 478 H.<br />
Abu Sa’id Al Ishthokhry: Al Hasan bin Ahmad bin yazid bin Isa, w. 328 H.<br />
Abu Sahal As Sho’luky: Muhammad bin Sulaiman bin Muhammad  Al ‘Ajaly, w. 369H.<br />
Abu Thohir Az Zabady: Muhammad bin Muhammad bin Mahmisy bin Ali. w.400 H.<br />
Abu Abdillah Az Zubairy: Zubair bin Ahmad bin Sulaiman, w. sebelum 320 H.<br />
Abu Ali Atsaqofy: Muhammad bin Abdul Wahab An Naisabury, w. 328 H.<br />
Abu Ali As Sinjy: Husain bin Syu’aib<br />
Abu Ali At Thobary: Hasan bin Qosum, w. 350 H.<br />
Abu Ali bin Abu Hurairah: Qodhi Hasan bin Husain Al Baghdady, w. 345 H.<br />
Al Abyurdy: Abu Mansur Ali Bin Husain, w. 487 H.<br />
Al Adzro’i: Syihabudin Ahmad bin Abdullah Al Adzro’I, w. 708 H.<br />
Al Anmathy: Utsman bin Sa’id bin Basyar, w. 288 H.<br />
Al Audani: Abu Bakar Muhammad bin Abdullah, w. 385 H.<br />
Al Isnawy: Jamaludin Abdurrahim bin Hasan, w. 772 H.<br />
Imam Haramain: Dhiyauddin Abu Ma’aly Abdul Malik bin Syaikh Abu Muhammad Al Juweny, w. 478 H.<br />
Ibnu Abi ‘Ishrun: Abu Sa’ad Abdullah bin Muhammad bin Hibatullah Al Maushuly, w. 585 H.<br />
Ibnu Abu Hurairah: Al Qodhi Hasan bin Husain Al Baghdady, w. 345 H.<br />
Ibnu Rif’ah: Abu Yahya Najmudin Ahmad bin Muhammad bin Ali Al Anshory, w. 735 H.<br />
Ibnu Subky: Jamaludin, Tajudin, Bahaudin.<br />
Ibnu Shobbagh: Abu Nashor Abdu Sayid bin Muhammad bin Abdul Wahid, w. 477H<br />
Ibnu Sholah: Taqiyudin Abu Amr Utsman bin Abdurrahman Al Kurdy, w. 643 H.<br />
Ibnu Mundzir: Muhamad bin Ibrahim bin Mundzir, w. 309 H.<br />
Ibnu Binti Syafi’i: Ahmad bin Muhammad bin Abdullah Al Mathlaby As Syafi’I<br />
Ibnu Burhan: Abul Fath Ahmad bin Ali bin Burhan, w. 518 H.<br />
Ibnu Huzaimah: Muhammad bin Ishaq, w. 311 H.<br />
Ibnu Khoiron: Ali bin Husain bin Sholih bin Khoiron Al Baghdady, w. 310 H.<br />
Ibnu Suraij: Abu Abbas bin Suraij<br />
Ibnu Kaji: Qodhi Yusuf bin Ahmad Ad Dainury, w. 405 H.<br />
Ibnu Marziban: Abu Hasan Ali bin Ahmad Al Baghdady, w. 366 H.<br />
Al Istirobadzy: Ahmad bin Muhammad Abu Ja’far<br />
Al Baghowy: Muhyi Sunnah Husain bin Mas’ud, w. 510 H.<br />
Al Bandanijy: Qodhi Abu Ali Hasan bin Abdullah , w. 425 H.<br />
Bahaudin bin Subky: Abu Hamid Ahmad bin Ali, w. 773 H.<br />
Al Busyinjy: Abu Abdilah Muhammad bin Ibrahim Al Busyinjy, w. 290 H. dan  Abu Sa’id Ismail bin Abu Qosim Abdul Wahid bin Ismail, w. 530 H.<br />
Al Buwaithy: Abu Ya’kub Yusuf bin Yahya Al Qurasyi, w. 231 H.<br />
Al Baihaqy: Abu Bakar Ahmad bin Husain, w. 458 H.<br />
Tajudin Ibnu Subky: Syaikul Islam Abdul Wahab bin Ali, w. 771 H.<br />
Al Jurjany: AbuAhmad Muhammad bin Ahmad, w. 373 H. Abu Abas Al Jurjany Ahmad bin Muhammad Al Qodhy, w. 482 H.<br />
Jamludin Ibnu Subky: Husain bin Ali, w. 755 H.<br />
Al Juwainy: Abu Muhammad Abdullah bin Yusuf, w. 438 H.<br />
Al Halimy: Abu Abdillah Hasan bin Husain, w. 406 H.<br />
Al Humaidy: Abdullah bin Zubair, w. 219 H.<br />
Al Hudhory: Muhammad bin Ahmad Al Marwazy<br />
Al Khotib Al Baghdady: Abu Bakar Ahmad bin Khotib Al Baghdady, w. 463 H.<br />
Ad Darimy: Abu Farah Muhammad bin Abdul Wahid Al Baghdady, w. 449 H.<br />
Ar Rozy: Fahrudin Umar bin Husain, 606 H.<br />
Ar Rofi’i: Abu Qosim Abdul Karim bin Muhammad bin Abdul Karim Al Qozwiny, w. 623 H.<br />
Ar Robi’ Al Jizy: Ar Robi’ bin Sulaiman Al Murody, w. 256 H.<br />
Ar Robi’ Al Murody: Ar Robi’ bin Sulaiman Al Murody, w. 270 H.<br />
Ar Ruyani: Abdul Wahid bin Ismail Abu Mahasin Fakhrul Isla Ar Ruyani, w.  502 H. dan keponakannya Abu Makarim Ar Ruyani Abdullah bin Ali, serta  sepupunya yaitu Qodhi Syuraih bin Abdul Karim Ar Ruyani, w. 505 H.<br />
Az Zarkasyi: Badrudin Muhammad bin Bahadir, w. 794 H.<br />
Az Za’farony: Abu Ali Hasan bin Muhammad bin Shobah, w. 260 H.<br />
As Subky: Syaikhul Islam TaqiyudinAli bin Abdul Kafi, w. 756 H. serta  anak-anaknya yaitu, Jamaludin As Subky, Tajudin  As Subky, dan Bahaudin  As Subky.<br />
As Sirjisi: Abu Hasan Muhammad bin Ali, w. 374 H.<br />
Salim Ar Rozy: Salim bin Ayyub Abu Ftah Ar Rozy, w. 547 H.<br />
As Sam’ani: Abu Mudzofar Mansur bin Muhammad At Tamimy, w. 489 H.<br />
As Syasyi: Fahrul IslamMuhammad bin Ahmad bin Husain As Syasyi, w. 507 H.<br />
Syarofudin Ibnul Muqri: Ismail bin Abu Bakar Al Muqry, w. 837 H.<br />
Syaikh Abu Hamid: Ahmad bin Muhammad bin Ahmad, Abu Hamid Al Isfiroyini, w. 406 H.<br />
As Shoidalany: Abu Bakr Muhammad bin Dawud Al Marwazy, w. 427 H.<br />
Al ‘Ubady: Abu ‘Ashim Nuhammad bin Ahmad bin Muhammad Al Harowy, w. 458  H. dan anaknya Abu Hasan Al ‘Ubady Ahmad bin Abu ‘Ashim, w. 495 H.<br />
‘Izzudin bin Abdul Aziz bin Abdussalam Ad Dimasyqy As Sulamy, w. 660 H.<br />
Al Ghozaly: Muhammad bin Muhammad, w. 505 H.<br />
Al Fariqy: Abu Ali Hasan bin Ibrahim Al Fariqy, w. 528 H.<br />
Al Faorony: Abdurrahman bin Muhammad bin Ahmad, w. 461 H.<br />
Al Qhodhy, jikalau di katakana oleh genersai akhir dari sekte Khurosan,  mak ayng dimaksud adalah Qodhi Husain. Apabila di katakan oleh generasi  pertengan dalam sekte Irak maka yang dimaksud adalah Qodhi Abu Hamid Al  Marwa rodzy. Dan apabila ditembungkan dalam kitab ushul maksudnya adalah  Qodhi Abu Bakar Al Baqillany. Dan Qodhi Al Jubbai bila yang mengucapkan  orang mu’tazilah.<br />
Qodhi Abu Hamid: Ahmad bin Bisyr bin Amir Al Marwarodzy, w. 362 H.<br />
Qodhi Husain: Husain bin Muhammad Abu Ali Al Marwazy, w. 462 H.<br />
Qodhi Al Majaly: Bahaudin Abu Ali Al Majally bin Naja Al Makhzumy Al Asyuthy Al Mashry, w. 549 H.<br />
Al Qofal As Syasyi, Al Qofal Al Kabir: Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Ismail, w. 336 H.<br />
Al Qofal Al Marwazy, Al Qofal As Shoghir: Abdullah bin Ahmad Al Qofal Al Marwazy, w. 417 H.<br />
Al Karobisi: Husain bin Ali bin Yazid, w. 248 H.<br />
Al Karkhy: Abu Qosim Mansur bin Amr, w. 447 H.<br />
El Kaya Al Harosy: Abu Hasan ImadudinAli bin Muhammad At Thobary, w. 504 H.<br />
Al Masarjisy: Abu Hasan Muhammad bin Ali bin Sahal.<br />
Al Mahamily: Abu Hasan Ahmad bin Muhammad bin Ahmad, w. 415 H.<br />
Al Mahmudy: Abu Bakar Muhammad bin Mahmud Al Marwazy.<br />
Al Marwazy: Nuhammad bin Nashor, w. 294 H.<br />
Al Muzany: Abu Ibrahim Ismailbin Yahya, w. 264 H.<br />
Al Mas’udy: Muhammad bin Abdul malik bin Mas’ud, w. 420 H.<br />
Nashor Al MAqdisy: Abu Fath Nashor bin Ibrahim Al Maqdisy, w. 490 H.<br />
An Nawawy: Yahya bin Syarof Abu Zakariya An Nawawy, w. 676 H.<br />
Al Harowy: Qodhi Abu Sa’ad Muhammad bin Ahmad bin Abu Yusuf, w. 488 H.<br />
Waliyudin Al ‘Iraqy: Ahmad bin Abdurrahim, anak dari Al ‘Iraqy, W. 826 H.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=104&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/madzhab-syafi%e2%80%99i-biografi-ulama-penerus-dan-aliran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kecenderungan mufassirin (mutaqaddi-min – mutaakhirin) dalam menyimpulkan perintah memasuki Islam secara kaffah</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/kecenderungan-mufassirin-mutaqaddi-min-%e2%80%93-mutaakhirin-dalam-menyimpulkan-perintah-memasuki-islam-secara-kaffah/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/kecenderungan-mufassirin-mutaqaddi-min-%e2%80%93-mutaakhirin-dalam-menyimpulkan-perintah-memasuki-islam-secara-kaffah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 07:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Hasil Bahtsul Masail PWNU Jatim 2006 di Pesma Al Hikam Malang Pertanyaan 1(. Bagaimana kecenderungan mufassirin (mutaqaddi-min – mutaakhirin) dalam menyimpulkan perintah memasuki Islam secara kaffah sesuai teks ayat : أدْخـُلوُا فِى السِّـلْمِ كَافَّةً (QS. al-Baqarah : 208)? Jawaban : Kecenderungan Mufassirin dalam menafsirkan perintah masuk Islam secara kaffah ada dua golongan yaitu : Perintah <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=100&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil Bahtsul Masail PWNU Jatim 2006 di Pesma Al Hikam Malang</p>
<p>Pertanyaan</p>
<p>1(. Bagaimana kecenderungan <em>mufassirin</em> (<em>mutaqaddi-min – mutaakhirin</em>) dalam menyimpulkan perintah memasuki Islam secara kaffah sesuai teks ayat : <strong>أدْخـُلوُا فِى السِّـلْمِ كَافَّةً </strong>(QS. al-Baqarah : 208)?</p>
<p><em> Jawaban :</em></p>
<p>Kecenderungan Mufassirin dalam menafsirkan perintah masuk Islam secara kaffah ada dua golongan yaitu :</p>
<ol>
<li>Perintah      masuk Islam bagi seluruh umat manusia.</li>
<li>Perintah      terhadap umat Islam agar menerapkan syari’at secara penuh dengan segala      kemampuannya.</li>
</ol>
<p>المراجع:</p>
<h1><strong>التفسير الكبير للإمام فخر الدين محمد بن عمر الرازى {ط.دار الكتب العلمية}</strong><strong> </strong></h1>
<p>(يَاأيُّهَا  الذِيْنَ آمَنُوا) بِِالألْسِنَةِ (أدْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَافَّةً) أى  دُومُوا عَلَى الإِسْلاَمِ فِيمَا يَسْتَأنِفُوْنَهُ مِنَ العُمْرِ وَلاَ  تَخْرُجُوا عَنْهُ وَلاَ عَنْ شَرَائِعِهِ &#8230;. الى أن قال &#8230; قَالَ  القَفَّالُ (كافة) يَصِحُّ أنْ يُرْجَعَ الَى المَأمُورِينَ بِالدُّخُولِ  اى أُدْخُلُوا بِأجْمَعِكُمْ فِى السِّلمِ وَلاَ تَفَرَّقُوا وَلاَ  تَخْتَلِفُوا &#8211; الى ان قال- وَيَصْلُحُ أنْ يُرْجَعَ  اِلَى الإِسْلاَمِ كُلُّهُ اى فِى كُلِّ شَرَائِعِهِ، قالَ الوَاحِدِى  رَحِمَهُ الله: هَذَا ألْيَقُ بِظَاهِرِ التَّفْسِيرِ لأنَّهُمْ أُمِرُوا  بِالقِيَامِ كُلِهَا</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Firman  Allah (artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian dalam  Islam secara keseluruhan”. Maksudnya tetaplah kalian semua diatas agama  Islam sejak awal permulaan dan janganlah kalian keluar dar Islam dan  syariat Islam -sampai perkataan mufassir- Imam  Qaffal berkata : kata “kaaffah = keseluruhan” bisa kembalikan kepada  mereka yang diperintah masuk Islam, sehingga maksudnya : masuklah kalian  kesemuanya dalam agama Islam dan janganlah berpisah-pisah dan jangan  pula berbeda-beda, -sampai perkataan mufassir- dan  pastas pula kata “kaaffah = keseluruhan” dikembalikan kepada Islam,  yakni seluruh syariat Islam. Al Wahidi ra berkata : pendapat ini lebih  layak dengan dhahirnya tafsir karena mereka (orang-orang mukmin)  diperintah melaksanakan keseluruhan syariat Islam</em>.</p>
<p><span id="more-100"></span><strong>تفسير النسفى الجزء الأول ص. 104-105 </strong><strong> </strong></p>
<p>يا  أيها الذين آمنواادخلوا فى السلم وبفتح السين حجازى وهو الاستسلام والطاعة  أي استسلموا لله وأطيعوه أو الإسلام والخطاب لأهل الكتاب لأنهم آمنوا  بنبيهم وكتابهم أو للمنافقين لأنهم آمنوا بألسنتهم كافة لا يخرج أحدمنكم  يده عن طاعته حال من الضمير فى ادخلوا أى جميعا أو من السلم لانها تؤنث  كأنهم أمروا أن يدخلوا فى الطاعات كلها أو فى شعب الإسلام وشرائعه كلها  وكافة من الكف كأنهم كفوا أن يخرج منهم أحد باجتماعهم</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua didalam keselamatan” ,</em> salmi<em> dengan dibaca fathah sinnya itu menurut Ahli Hijaz yang artinya </em>menyerah dan taat<em>. Maksudnya menyerahlah kalian kehadirat Alloh dan taatlah kepada-Nya. Atau </em>Islam<em> dan berarti pembicaraan ini ditujukan kepada Ahli Kitab, karena mereka  Iman kepada Nabi-Nya dan Kitab-Nya,atau pembicaraan ditujukan kepada  orang-orang munafik karena mereka beriman hanya dengan lisannya. Kata </em>kaaffah<em> (secara keseluruhan) artinya tak satupun dari kalian yang keluar dari taat kepada Alloh, sehingga lafadz </em>Kaffah<em> itu menjadi Haal dari dhomir yang ada pada Udkhuluu yang semakna denga jami’an yang artinya semua atau </em>kaaffah<em> menjadi haal dari </em>Assilmi<em> karena ia muannats. Seakan-akan mereka diperintah untuk melakukan  seluruh ketaatan atau cabang-cabang Islam dan syariat-syariatnya. Lafadz </em>Kaaffah<em> dari kata Al Kaffa, seakan-akan mereka mencegah jangan sampai seorangpun dari mereka keluar sebabmereka telah berkumpul.</em><em> </em></p>
<p><strong>التفسير المنير للدكتور وهبة الزحيلي جز 2 ص 340 ط : دار الفكر المعاصر</strong></p>
<p>الاسلام  كل لايتجزء فمن امن به وجب عليه الأخذ به كله فلا يختار منه مايرضيه ويترك  مالايرضيه او يجمع بينه وبين غيره من الأديان لأن الله تعالى امر باتباع  جميع تعاليمه وتطبيق كل فرائضه واحترام مجموع نظامه بالحل او الإباحة  والحظر او الحرمة</p>
<p><em>Terjemah:</em></p>
<p><em>Agama  Islam sesuatu yang utuh yang tak boleh dipecah-pecah, maka barang siapa  beriman kepada islam maka ia wajib mengambil keseluruhannya. Jadi dia  tidak boleh memilih hukum Islam yang ia senangi dan meninggalkan hukum  Islam yang tidak ia sukai atau mengumpulkan antara Islam dan agama-agama  yang lain, karna Allah Ta’ala memerintahkan mengikuti seluruh  ajaran-ajaran Islam, menerapkan semua kewajiban-kewajibannya dan memulyakan semua aturan-aturannya tentang halal dan haram.</em></p>
<p>)2(.  Apakah manifestasi berislam secara kaffah mengharuskan pemberlakuan  syari’at Islam dalam kehidupan bernegara (konstitusional) dan kehidupan  bermasyarakat (kultural) di Indonesia ?</p>
<h4><em>Jawaban :</em></h4>
<p>Penerapan  syari&#8217;at Islam dalam kehidupan bernegara (konstitusi) dan dalam  kehidupan bermasyarakat (kultur) adalah tanggung jawab bersama setiap  muslim. Usaha menerapkan hukum Islam dalam konstitusi negara harus  dilaksanakan dengan cara-cara yang jauh dari kekerasan. Tahapan <em>amar ma&#8217;ruf nahy munkar</em> adalah satu-satunya cara yang dapat ditempuh dalam memperjuangkan berlakunya hukum Islam dalam negara.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>بغية المسترشدين ص : 271</strong></p>
<p>وَالاسْلاَمُ  لاَيَسْمَحُ المُسْلِمَ اَنْ يَتَّخِذَ مِنْ غَيْرِ شَرِيْعَةٍ الله  قَانُونًا وَكُلُّ مَا يَخْرُجُ عَنْ نُصُوصِ الشَّرِيعَةِ اوْ مَبَادئِهَا  العَلِيَّةِ اَو رُوْحِهَا التَشْرِيْعِيَّةِ مُحَرَّمٌ تَحْرِيْمًا قَاطِعًا عَلَى المُسْلِمِ بِنَصِّ القُرْانِ الصَّرِيْحِ</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Islam  tidak memberi toleransi kepada orang Islam untuk menjadikan  undang-unfang dari selain syariat Allah. Dan setiap sesuatu yang keluar  dari nash syariat atau dasar-dasar syariat yang luhur atau (ruh) jiwa  tasyri’iyyah adalah diharamkan secara pasti atas orang muslim  berdasarkan dalil nash al Qur’an yang jelas</em>.</p>
<h5>بغية المسترشدين:271 دار الفكر</h5>
<p>(فائدة)  –الى ان قال- وَمِنْهَا تَجِبُ أنْ تكُونَ الأحْكَامُ كُلُهَا بِوَجْهِ  الشَّرْعِ الشَّرِيْفِ وَأمَّا أحْكَامُ السِّيَاسَةِ فَمَا هِىَ إلاَّ  ظُنُونٌ.</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>(Faidah)  sampai perkataan mushannif : Sebagian diantaranya, semua hukum harus  memakai syariat yang mulia, sedangkan hukum siyasah (politik) tiada lain  hanyalah menggunakan prasangka-prasangka.</em><em> </em></p>
<p><strong>تفسير ابن كثير جز 2 ص : 16 </strong></p>
<p>وقال  علي بن ابى طلحة عن ابن عباس قوله ومن لم يحكم بما انزل الله فاؤلئك هم  الكافرون قال ومن جحد ما انزل الله فقد كفر ومن اقر به ولم يحكم به فهو  ظالم فاسق</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Berkata  Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas tentang firman Allah (artinya) : “  Barang siapa tidak menghukumi dengan hukum yang diturunkan Allah, maka  mereka itu orang-orang kafir”, bahwa barang siapa mengingkari hukum yang  ditutrunkah Allah maka dia kafir dan barang siapa mengakui hukum Allah  namun dia tidak menghukumi dengannya dia itulah orang dhalim dan fasik</em>.</p>
<p><strong>غاية تلخيص المراد ص : 263 </strong></p>
<p>يجب  على الحاكم الوقوف على احكام الشريعة التى اقيم لها ولا يتعداه الى احكام  السياسة بل يجب عليه قصر من تعدى ذلك وزجره وتعزيره وتعريفه ان الحق كذا</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Wajib  atas seorang hakim tetap konsisten pada hukum-hukum syariat sesuai  tujuan dinobatkannya hakim itu dan jangan sampai melampaui sampai pada  hukum-hukum siyasah (politik), bahkan ia wajib membatasi orang yang  melanggarnya, mencegahnya, menta’zirnya dan memberitahu bahwa hukum yang  benar adalah begini. </em><em> </em></p>
<p>)3(.  Berdosakah orang Islam di Indonesia karena membiarkan tidak  diamalkannya ajaran syari’at Islam oleh negara tempat ia menetap tinggal  ?</p>
<p><em>Jawaban :</em></p>
<p>Bagi  yang mampu dan mempunyai akses untuk perjuangan berlakunya hukum Islam  maka harus benar-benar melaksanakan tanggung jawabnya, sehingga pabila  mereka (yang mampu) tidak ada usaha untuk berlakunya syariat Islam di  Indonesia maka berdosa. Bagi masarakat umum berkewajiban memberi dukungan penuh demi berlakunya hukum Islam.</p>
<p>عَنْ  طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ قالَ سَمِعتُ رَسو لَ اللهِ صلى الله عليه وسلم  يَقُولُ مَن رَأى مِنكُمْ مُنكَرًا فَليُغَيِّرْهُ بِيَدِه فَاِن لَم  يَسْتطِعْ فَبِلِسانِه فَانْ لَمْ يَسْتطِعْ فَبِقَلبِهِ وَذَلِكَ اَضْعَفُ  الايْمَانِ (رواه البخارى )</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Diriwayatkan  dari Thariq bin Syihab dia berkata : aku mendengan Rasulullah saw  bersabda : “Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka  hendaknya ia memberantasnya dengan tangan (kekuasaan) nya, lalu jika ia  tidak mampu maka memberantasnya dengan lisannya, lalu jika tidak mampu  maka memberantasnya dengan hatinya dan demikian itu peling lemahnya  iman. (HR: Bukhari)</em></p>
<p><strong>الغنية لطالب طريق الحق جز 1 ص : 51</strong></p>
<p>وَقالَ  الشَيْخُ عَبدُ القَادِرِ الجَيلانِى رضِيَ الله عَنهُ فَالمُنْكِرونَ  ثلاثةُ اَقسَامٍ قِسْمٌ يَكُونُ اِنْكارُهُ بِاليَدِ وَهُمُ الأئِمَّةُ  وَالسَّلاطِينُ وَالقِسْمُ الثانِى اِنْكارُهُم بِاللِسَانِ دُونَ اليَدِ  وَهُم العُلمَاءُ وَالقِسمُ الثالِثُ اِنْكارُهُم بِالقَلْبِ وَهُم  العَامَّةُ</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Syaikh Abdul Qodir Jailani berkata : </em></p>
<p><em>Orang-orang yang menginkari (menentang) itu ada tiga macam :</em></p>
<p>- <em>Ingkar dengan kekuatan yaitu ingkarnya para pemimpin dan penguasa.</em></p>
<p>- <em>Yang kedua ingkar dengan lisan bukan dengan kekuatan yaitu ingkarnya para ulama’</em></p>
<p>- <em>Yang ketiga ingkar dengan hati yaitu ingkarnya orang-orang umum.</em></p>
<p><strong>حاشية الجمل شرح المنهج جز: 5 ص : 182 – 183 </strong></p>
<p>وبأمر بمعروف ونهى عن المنكر اى الامر بواجبات الشرع والنهي عن محرماته اذا لم يخف على نفسه او ماله او على غيره مقسدة المنكر الواقع</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Perintah  kebagusan mencegah kemungkaran artinya perintah dengan  kewajiban-kewajiban syara’ dan mencegah dari perkara yang diharamkan  syara’. kalau memang dia tidak takut pada kerusakan yang terjadi pada  dirinya, hartanya atau yang lain, dengan kerusakan yang nyata.</em></p>
<p><strong>تفسير البيضاوي ج: 2 ص: 328</strong><strong> </strong></p>
<p>ومن لم يحكم بما  أنزل الله مستهينا به منكراله فأولئك هم الكافرون لاستهانتهم به وتمردهم  بأن حكموا بغيره ولذلك وصفهم بقوله الكافرون و الظالمون و الفاسقون فكفرهم  لإنكاره وظلمهم بالحكم على خلافه وفسقهم بالخروج عنه</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Barang  siapa menghukumi tidak sesuai hukum yang diturunkan Alloh bahkan dia  malah menghinanya, dan menginkarinya, maka dihukumi Kafir. Karena dia  menghina terhadap hukum dan menolaknya dengan gambaran dia menghukumi  tanpa memakai hukumnya Alloh, karena itu Alloh mensifati mereka dengan  predikat </em>kafirun<em>, </em>dholimun<em>, dan </em>fasiqun.<em> </em><em>Sifat kafir karena mereka inkar dan aniaya dengan menghukumi dengan selain huku Alloh dan kefasikan mereka karena mereka keluar dari hukum-hukum-Nya. </em></p>
<p>)4(.  Bolehkah masing-masing WNI yang beragama Islam atau kelompok mereka  menerapkan secara sepihak hukum publik yang menjadi bagian dari syari’at  Islam (seperti hukum jinayat( ?</p>
<p><em> </em><em>Jawaban :</em><em> </em></p>
<p>Penerapan syariat Islam di bidang pemberlakuan hudud (hukuman mati, potong tangan, cambuk dan  lain-lain) adalah hak prerogratif negara. Masyarakat umum tidak boleh  melaksanakan sendiri-sendiri atau pada kelompok masing-masing.</p>
<p><em>Tambahan:</em></p>
<p>Bagi  organisasi-organisasi Islam seperti NU, diharapkan memberikan  masukan-masukan kepada pemerintah untuk berlakunya hukum Islam dalam  konstitusi negara.</p>
<h6><strong>الفقه الإسلامى وادلته الجزء السادس ص:58</strong><strong> </strong></h6>
<p>ثَانِيًا  لا يُقِيمُ الحُدُودُ إلاَّ الإمَامُ اَو مَنْ فَوَّضَ اِلَيهِ إلإِمَامُ  بِاتِّفَاقِ الفُقَهَاءِ لأَنَّهُ لَمْ يَقُمْ حَدٌّ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ  الله صلى الله عليه وَسَلمَ إلاَّ بِإذْنِهِ وَلا فِى أيَّامِ الخُلفَاءِ  إلاَّ بِإذْنِهِمْ وَلأَنَّ الحَدَّ حَقُّ اللهِ تعَالى يَفْتقِرُ اِلى  الإِجْتِهَادِ وَلا يُؤْمَنُ فِيه الحَيفُ فَلَمْ يَجُزْ بِغَيرِ إذْنِ  الإمَامِ</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Kedua:  tidak boleh menegakkan hukuman kecuali seorang imam atau orang yang  dikasih kepercayaan (mandat) oleh imam. bitthifaqil fuqoha’ (sesuai  kesepakatan ahli fiqih), karena had (hukuman) tidak ditegakkan pada masa  hidupnya Nabi SAW, kecuali dapat izin dari beliau dan pada masa  Khulafaur rasyidin kecuali dapat izin dari beliau-beliau. Karena hukuman  (had) itu haqqulloh yang membutuhkan ijtihad (kesungguhan yang maksimal), dan padahal tak ada jaminan aman dari penyelewengan, karenanya maka tidak boleh (menghukum) kecuali dengan izin imam.</em></p>
<p><strong>الموسوعة الفقهية 3:167 </strong><strong> </strong></p>
<p>اَلإسْتِبْدَادُ  المُفْضِى اِلىَ الضَّرَرِ اَوِ الظُّلْمِ مَمْنُوْعٌ كَالإسْتِبْدَادِ  فِى احْتِكَارِ الاَقْوَاتِ وَاسْتِبْدَادِ اَحَدِ الرَّعِيَّةِ فِيمَا  هُوَ مِنَ اخْتِصَاصِ الاِمَامِ مِثلَ الْجِهَادِ وَالاِسْتِبْدَادِ فِى  إقَامَةِ الحُدُودِ بِغَيْرِ إذْنِ الإمَامِ.</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Sewenang-wenang  yang dapat menimbulkan terhadap dhoror (bahaya) atau dzolim itu  dilarang, seperti sewenang-wenang menimbun makanan pokok, dan  sewenang-wenangnya salah satu rakyat dalam urusan yang merupakan hak  khusus imam, seperti jihad (berperang) dan sewenang-wenang menegakkan hukuman (had) dengan tanpa izinnya imam.</em></p>
<p><strong>الموسوعة الفقهية 17/240-242</strong><strong> </strong></p>
<p>الشرط  السادس: الإذن من الإمام:16 – اشترط فريق من العلماء فى المحتسب أن يكون  مأذونا من جهة الإمام أو الوالي،وقالوا: ليس للآحاد من الرعية الحسبة  والجمهور على خلافه الا فيما كان محتاجا فيه الى الاستعانة وجمع الاعوان  وما كان خاصا بالائمة او نوابهم كاقامة الحدود وحفظ البيضة وسد الثغور اما  ما ليس كذلك فان لآحاد الناس القيام به لان الادلة وردت فى الامر والنهي  والدع عاماة &#8211; الى ان قال &#8211; واما  جمع الاعوان وشهر الاسلحة قد يجر الى قتنة عامة ففيه نظر وقد ذهب الى  اشتراط الاذن فى هذه الحالة جماهر العلماء لانه يؤدي الى الفتن وهيجان  الفساد وكذلك ما كان مختصا بالأئمة والولاة فلا يستقل بها الآحاد كالقصاص،  فإنه لا يستوفى إلا بحضرة الإمام ،لأن الإنفراد باستيفائه محرك للفتن</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Syarat No. 6 : Dapat izin dari imam. Sebagian Ulama’ mensyaratkan untuk relawan harus mendapat izin dari imam atau dari penguasa (wali). Para Ulama berkata: Bagi individu rakyat tidak boleh menjadi relawan </em><em>)</em><em> eksekutor hukuman ). Kebanyakan ulama’ tidak sependapat dengan syarat  diatas kecuali dalam urusan yang memerlukan bantuan dan mengumpulkan  banyak pembantu dan urusan yang khusus bagi imam atau penggantinya  seperti menegakkan hukuman, menjaga keutuhan/persatuan memperkuat  benteng pertahanan dan mengirikan pasukan. Adapun hal-hal yang tidak  seperti diatas bagi individu-individu manusia boleh melakukannya karena  dalil-dalil tentang perintah, larangan dan pencegahan berlaku umum  -sampai perkataan mushannif- adapun mengumpulkan pembantu-pembantu dan  menghunus pedang itu bisa jadi menimbulkan fitnah yang merata, maka  dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat. Kebanyakan para ulama’ dalam  hal yang seperti ini berpendapat harus mendapat izin dari imam karna  bisa menimbulkan fitnah dan gejolaknya kerusakan. Dan demikian pula  sesuatu yang khusus bagi imam dan penguasa, maka perorangan tidak boleh  melakukan sendiri, seperti qishos (hukuman balasan sepadan) .  Sesungguhnya seseorang tidak boleh melaksanakan (hukuman) kecuali adanya  persetujuan dari imam, karena kesendirian dalam malaksanakan hukuman,  akan dapat menimbulkan fitnah.</em></p>
<p>)5(. Sesuaikah dengan prinsip <em>ahkam sulthaniyah</em> bila secara diam-diam sekelompok umat Islam di Indonesia membaiat dan  mengesahkan amir/pemimpin Islam guna menjadi landasan legitimasi ibadah  atau pengamalan agama kelompok tersebut ?</p>
<p><em>Jawaban:</em></p>
<p>Membaiat  dan mengesahkan amir/pemimpin Islam dengan tidak mengakui terhadap  keabsahan kepemimpinan yang sudah ada tidak sesuai dengan prinsip hukum  bernegara menurut Islam.</p>
<p>المراجع:</p>
<p><strong>كشاف القناع للبهوتى الحنبلى الجزء السادس ص:205 </strong></p>
<p>الرَّابِعُ قَوْمٌ مِنْ أهْلِ الحَقِّ بَايَنُوا  الإمَامَ وَرَامَوْا خَلْعَهُ أي عَزْلَهُ أوْ مُخَالَفتَهُ بِتَأوِيْلٍ  سَائِغٍ بِصَوَابٍ أوْ خَطَأٍ وَلهُمْ مَنْعَةٌ وَشَوْكَةٌ بِحَيثُ  يَحْتاجُ فِي كَفِّهِمْ إلَى جَمْعِ جَيْشٍ وَهُم البُغَاةُ المَقصُودُونَ  بِالتَّرْجَمَةِ فَمَن خَرجَ عَلَى إمَامٍ عَدْلٍ بِأحَدِ هَذهِ الوُجُوهِ  الأرْبَعةِ بَاغِيًا وَجَبَ قِتالُهُ لِمَا تَقَدَّمَ أوَّلَ البَابِ</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Yang  ke-empat: suatu kaum dari ahli haq (kebenaran) melawan terhadap imam  dan menuduh bahwa ia telah terpecat/menentangnya dengan ta’wil yang  benar/salah, dan mereka itu memiliki kekuatan dan kekuasaan, sekira imam  butuh terhadap pasukan untuk mencegah mereka , maka kaum itu dikatakan  AL Bughoh (penentang Imam) sebagaimana yang dikehendaki dalam  terjemah/judul barang siapa memberontak terhadap Imam yang ‘adil dengan  sebab satu diantara empat macam dengan jelas-jelas membangkang maka  orang tersebut wajib diperangi karna adanya keterangan yang sudah  dijelaskan diawal bab. </em></p>
<p><strong>التشريع الجنانى الإسلامى لعبد القادر عودة الجزء الثانى ص:675</strong><strong> </strong></p>
<p>يشترط  لوجود جريمة البغى الخروج على الإمام والخروج المقصود هو مخالفة الإمام  والعمل لخلعه أو الإمتناع عما وجب على الخارجين من حقوق ويستوى أن تكون هذه  الحقوق لله اى مقررة لمصلحة الجماعة او للأشخاص اى مقررة لمصلحة الأفراد  فيدخل تحتها كل حق تفرضه الشريعة للحاكم على المحكوم وكل حق للحماعة على  الأفراد وكل حق للفرد على الفرد فمن امتنع عن أداء الزكات فقد امتنع عن حق  وجب عليهم ومن امتنع عن تنفيذ حكم متعلق بحكم الله كحد الزنا أو متعلق بحق  الأفراد كالقصاص فقد امتنع عن حق وجب عليه ومن امتنع عن طاعة الإمام فقد  امتنع عن الحق الذى وجب عليه وهكذا ولكم من المتفق عليه أن الإمتناع عن الطاعة فى معصية ليس بغيا وإنما هو واجب على كل مسلم لأن الطاعة لم تفرض إلا فى معروف ولا تجوز فى معصية.</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Disyaratkan  wujudnya kejahatan makar adalah membangkang terhadap Imam.  Pembangkangan dimaksud yaitu menentang imam dan melakukan yang mengarah  kepada pemecatan imam atau menolak hak-hak yang wajib atas para  pembangkang. Dan sama hak-hak ini bagi Allah ya’ni yang ditetapkan demi  kemaslahatan orang banyak atau perorangan maksudnya ditetapkan demi  kemaslahatan perorangan. Termasuk didalam hak-hak ini setiap hak yang  diwajibkan syari’at bagi hakim atas orang yang dihukumi, setiap hak bagi  golongan atas perorangan dan setiap hak bagi perorangan atas  perorangan. Jadi barang siapa mencegah membayar zakat maka berarti dia  mencegah hak yang wajib atas mereka dan barang siapa </em><em> </em></p>
<p><em>mencegah  menegakkan hukum yang behubungan dengan hukum Allah seperti hukuman  zina atau yang berhubungan dengan hak perorangan seperti Qishos maka ia  mencegah haq yang wajib atas dia.</em></p>
<p><em>Dan barang siapa menolak ta’at kepada imam maka berarti ia menolak hak yang wajib atas dia dan  seterusnya. Bagi kalian dari hal yang disepakati ulama’bahwa  sesungguhnya menolak taat didalam maksiat bukanlah pembangkangan akan  tetapi suatu kewajiban atas setiap orang Islam, karena taat itu tidak  wajib kecuali dalam kebaikan dan taat pada kemaksiatan tidak diperbolehkan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>البيان في فقه الامام الشافعي جز 12 ص 9 ط: دار الكتب العلمية</strong></p>
<p>قال  القفال وسواء كان الامام عادلا او جائرا فان الخارج عليهم باغ اذالإمام  لاينعزل بالجور وسواء كان الخارج عليه عادلا او جائرا فان خروجه على الامام  جور</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Imam  Qaffal berkata : baik imam itu adil atau menyeleweng, maka membangkang  kepadanya adalah bughat, karena imam tidak bisa terpecat sebab  menyeleweng baik pihak pembangkang itu adil atau menyeleweng. Sebab  membangkang kepada imam adalah perbuatan makar.</em></p>
<p>)6(.  Sebagai konsekuensi Islam kaffah haruskah dilakukan jihad guna  menangkal praktek kemungkaran oleh WNI non-muslim, seperti lokalisasi  PSK, penjualan/ konsumsi minuman keras, budidaya hewan babi, arena  hiburan yang penuh ma’shiyat, dan lain sebagainya ?</p>
<p><em>Jawaban:</em></p>
<p>Sebagai konsekwensi Islam kaffah dalam rangka menangkal praktek kemunkaran wajib dilakukan jihad dalam pengertian أمر معروف نهى منكر sesuai dengan tahapan-tahapannya, dan harus berupaya untuk tidak menimbulkan kemunkaran yang lebih besar atau fitnah.</p>
<p>المراجع:</p>
<p><strong>أحكام القرأن لإبن العربي ج : 1 ص : 382 ، مانصه :</strong><strong> </strong></p>
<p>(وَلْتكُنْ مِنْكُم أمَّةٌ) دَليلٌ عَلى اَنَّ الأمْرَ بِالمَعْرُوفِ وَالنَّهْيَ عَن المُنكَرِ فَرْضٌ</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Firman Allah (artinya) : </em>“Hendaklah diantara kalian terdapat ummat, yang mengajak kebaikan”.<em> Ayat ini sebagai dasar perintah berbuat baik dan mencegah melakukan kemungkaran.</em></p>
<h1><strong>التشريع الجنائ الاسلامى جز 2 ص :677 , ف : الشيخ عبد القادر عودة , ط : مؤسسة الرسالة </strong></h1>
<p>ومع  ان العدالة شرط من شروط الامامة الا ان الرأي الراجح في المذاهب الاربعة  ومذهب الشيعة الزيدية هو تحريم الخروج على الامام الفاسق الفاجر ولو كان  الخروج للامر بالمعروف والنهي عن المنكر لان الخروج على الامام يؤدي عادة  الى هو انكر مما فيه وبهذا يمتنع النهي عن المنكر لان منشروطه لايؤدي  الانكار الى ماهو انكر من ذلك الى الفتن وسفك الدماء وبث الفساد واضطراب  البلاد واضلال العباد وتوهين الامن وهدم النظام</p>
<p><em>Terjemah :</em></p>
<p><em>Sifat  adil itu menjadi syarat untuk menjadi imam kecuali pendapat yang  unggul, itu menurut empat Madzhab, dan menurut madzhab Syi’ah Zaidiyah.  Haram keluar dari imam yang fasiq, lacut itu haram, walaupun adanya  kelauar itu untuk perintah kebaikan dan mencegah kemungkaran. </em><em>Karena  keluar dari imam bisa mendatangkan kebiasaan ingkar dari perkara  tersebut. Dengan demikian terlarang mencegah kemungkaran. Karena yang  disyaratkannya iru tidak akan mendatangkan keinkaran lain yang lebih  darinya. Sampai menimbulkan fitnah, pertumpahan darah, meratanya  kerusakan, kacaunya negara, menyesatkan masyarakat, merapuhkan keamanan  dan merusak tatanan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>بغية المسترشدين ، ص : 251، مانصه :</strong><strong> </strong></p>
<p>وَلَهُ  دَرَجَتَانِ . التَعْرِيفُ ثُمَّ الوَعْظُ بِالكَلامِ اللَّطِيفِ ثُمَّ  السَّبُّ وَالتَعْنِيفُ ثمَّ المَنْعُ بِالقَهْرِ ، وَالأوَّلانِ  يَعُمَّانِ سَائِرَ المُسْلِمِينَ وَالأخِيرَانِ مَخْصُوصَانِ بِوُلاةِ  الأمُورِ اهـ.</p>
<p><em>Terjem</em><em>ah :</em></p>
<p><em>Baginya  dua tingkatan, diperingatkan, dinasehati dengan ucapan yang halus,  dicaci maki dan kekerasan kemudian dicegah dengan paksa.</em></p>
<p><em>Sedangkan  dua kewajiban yang pertama berlaku umum untuk semua orang Islam dan  yang dua kewajiban yang akhir khusus bagi penguasa.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=100&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2010/11/26/kecenderungan-mufassirin-mutaqaddi-min-%e2%80%93-mutaakhirin-dalam-menyimpulkan-perintah-memasuki-islam-secara-kaffah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau 1000; Indahnya Alam Laut Kota Jakarta Part II (Hari Pertama)</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2010/07/22/pulau-1000-indahnya-alam-laut-kota-jakarta-part-i-hari-pertama/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2010/07/22/pulau-1000-indahnya-alam-laut-kota-jakarta-part-i-hari-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 04:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Setelah speed boat yang kami tumpangi membelah  lautan jakarta menuju kepulauan seribu sekitar satu setengan jam, alam indah kepulauan seribu mulai menunjukan pesona nya, pantai kotor tepian jakarta berubah menjadi alam laut nan indah dengan keasliannya, air kotor pantai jakarta telah salin rupa menjadi air laut yang bening dan jernih sejernih2x nya. Hilang sudah segala <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=87&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4337.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-88" title="IMG_4337" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4337.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Setelah speed boat yang kami tumpangi membelah  lautan jakarta menuju kepulauan seribu sekitar satu setengan jam, alam indah kepulauan seribu mulai menunjukan pesona nya, pantai kotor tepian jakarta berubah menjadi alam laut nan indah dengan keasliannya, air kotor pantai jakarta telah salin rupa menjadi air laut yang bening dan jernih sejernih2x nya. Hilang sudah segala kekhawatiran  berganti keinginan segera untuk menikmati indahnya alam kepulauan seribu, dengan berenang, snorkling atau sekedar jalan-jalan menikmati panorama alam yang masih perawan.</p>
<p>Oh iya sekedar flashback perjalanan kami sekarang selain liburan, juga niatan silaturahmi dengan orang yang sudah saya anggap orang tua angkat di Pulau Panggang. Sekitar 14 tahun lalu saya pernah mendapatkan tugas sekolah di pulau panggang dan pulau seribu sekitar 2 minggu, nah di tempat orang tua angkat ini lah kami ditampung sebagai anggota keluarga nya. Semoga perjalanan kali ini juga dapat merajut kembali tali silaturahim yang lama tak tersambung. Karena  itu ketika mulai terlihat daratan Pulau Pramuka terbayang  kembali kehangatan dan keramah tamahan para penduduk nya, ah cukup meninggalkan kesan masa itu dalam catatan perjalanan hidupku semoga semua belum berubah.<span id="more-87"></span></p>
<p>Pelan namun pasti makin jelas terlihat  Dermaga Pulau Pramuka, tetapi penduduk pulo lebih sering menyebutnya dengan Pulau Elang. Kapal yang kami tumpangi pun pelan-pelan sandar di dermaga. Ahaa..sungguh Pulau pramuka sudah berbeda jauh dari kondisinya 14 tahun yang lalu. Dulu dermaga ini sepi karena memang jarang terdapat perahu nelayan sandar di dermaga ini, lebih banyak perahu nelayan sandar di pulau panggang. Dulu pulau ini sebagai pusat kelurahan, tetapi sekarang menjadi kota Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.  Dulu hanya dapat ditemui penduduk pulau dan sangat sepi, tapi sekarang tampak hiruk pikuk dermaga dipenuhi juga oleh wisatwan lokal dan asing, begitu ramai. Oh ya pulau pramuka ini memiliki beberapa ke khasan yaitu air di pulau ini sama sekali tidak asin alias tawar, pohon-pohon di pulau ini juga tumbuh subur sehingga rindang pohon dan kesejukan udara dengan mudah dapat kita temui di pulau ini.</p>
<p>Setelah kapal yang kami tumpangi sandar, kami dijemput oleh Ibu A’Ing karena Bapak sedang antara tamu katanya. Yah aku masih cukup mengenali Ibu, dengan kekhasan raut muka dan nada bicara nya masih seperti dulu..Akhirnya kita berjumpa lagi setelah sekian lama tali silaturahim itu pudar. Ya ya ya ya ..pulau seribu sama sekali sudah berubah total, Pulau pramuka sekarang sudah penuh dengan penduduk, di sekitar dermaga ber jejer wisma dan home stay yang siap menjemput tamu. Rumah sakit Umum daerah berdiri megah tidak ketinggalan gedung kabupaten dan sekolah-sekolah berjejer rapi mengisi setiap kapling tanah pulau yang tidak terlalu luas. Jalanan konblok tertata rapi dihiasi pohon-pohon rindang berjejer di pinggir jalan. Ibu yang dipanggil “Nenek” oleh si kaka mengantar kami ke homestay tempat penginapan sementara kami.</p>
<p>Sepanjang  jalan menuju homestay tidak habis aku tanyakan bagaimana keadaan bapak, rohimah, een, taslimah anak-anaknya juga bagaimana kabar kawan-kawan ku disini ya’kub, halim, anita, khodijah, soleh dan lainnya sampai istilah dan kueh yang aneh seperti janda kecemplung (penganan khas pulau ini) tidak luput dari tanya ku..hahahaa..si ibu kaget juga aku masih inget banyak detail seputar pulau ini.</p>
<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4391.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-89" title="IMG_4391" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4391.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Home stay yang dipilihkan si Bapak untuk kami cukup jauh dari dermaga, alasannya adalah biar dekat dengan rumah anaknya “rohimah”, it’s oke lah agar si kaka ada temen mainnya supaya dia gak bosan.  Sekita sepuluh menit berjalan kami tiba di home stay pak Ya’kub yang sudah dipesan kan untuk kami, yah cukup lumayan satu kamar tidur dan satu kamar tamu yang cukup luas plus kamar mandi. Perlengkapan Home Stay, Kamar tidur dilengkapi AC, tempat tidur dan beberapa kasur busa jadi tidak perlu ekstra bed jika anda membawa tambahan anggota keluarga, Ruang tamu  cukup luas dilengkapi kipas angin dan Televisi..sepertinya sengaja tidak diletakan kursi tamu agar jika penyewa dalam jumlah banyak ruang tamu dapat digunakan sebagai ruang tidur juga. Tapi memang semua peralatan elektronik hanya dapat digunakan mulai jam 5 sore sampai jam 7 pagi, karena listrik di pulau ini mengandalkan tenaga diesel yang beroperasi dari jam 5 sore sampai jam 7 pagi. Memang ada beberpa pulau yang sudah menggunakan kabel bawah laut seperti pulau tidung, untung jawa dan beberapa lainnya. Sewa Home stay per malam Rp. 350.000.</p>
<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4409.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-90" title="IMG_4409" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4409.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Setelah istrirahat dan meletakan semua barang bawaan, Pak A’ing sempet datang sebentar dan jalan lagi untuk mengantar tamu katanya, tapi dia janji besok hari minggu dia akan menemani kita katanya, semua order akan di cancel..duhhh baik nya orang ini dari dulu gak berubah. Aku, Kaka dan bunda diantar Si Nenek ke pantai, karena si kaka sudah tidak sabar ingin berenang dipantai.</p>
<p>Jarak pantai dari home stay kami tidak terlalu jauh hanya sekitar dua kali lemparan batu anak dewasa, memang pantai nya tidak terlalu luas untuk berenang dan bermain tapi cukuplah sekedar menghilangkan penasaran si kaka. Air pantai sangat bening, pasir putih dan nyaris tidak ada ombak. Aku menemani si kaka berenang sambil mencari-cari siapa tahu ada bintang laut yang terdampar, karena biasanya selain mencari kelomang kami juga mencari bintang laut yang biasa nya banyak terdapat di sekitar pantai.</p>
<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4343.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-91" title="IMG_4343" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4343.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Bunda dan Si Nenek hanya mengobrol sambil memperhatikan kami bercanda di pantai, entah apa yang dibicarakannya. Tidak beberapa lama kami mendapatkan bintang laut warna biru yang cukup besar, si Kaka cukup senang, ini pengalaman pertama bagi dia mendapatkan bintang laut asli dan hidup. “Patrick” begitu dia memanggilnya, sahabat spongebob dalam serial kartun di tivi. Tapi alangkah senang nya aku ketika si Kaka bilang “Ayah, patrick nya dilepaskan saja yah dia kan juga mau hidup”, Subhanallah anak ku ternyata cukup pintar. Setelah bermain dengan si patrick beberapa saat, akhirna patrick pun di lepaskan. Selain bermain dengan patrick kami pun melihat-lihat pohonan bakau yang sengaja ditanam disekitar pantai, si Kaka menyebutnya mangroop, entah tepat atau tidak istilah ini aku juga kurang begitu pasti.</p>
<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4353.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-92" title="IMG_4353" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4353.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Setelah bermain-main di pantai dan diselingi ambekan sikaka kami melanjutkan ke spot selanjutnya, yaitu resto diatas laut dan sekaligus keramba terbesar di pulau seribu ini. Untuk menuju kesana kami menumpang ojek laut. Oh ya sebagai sarana transportasi antar pulau masyarakat disini menggunakan sarana ojek laut, yaitu kapal motor kecil dengan ongkos 3000 rupiah per orang. Tidak membutuhkan waktu lama kami sampai di keramba, Subhanallah lagi-lagi keindahan lain terpampang di depan kami. Ternyata keramba bukan hanya berisi ikan budidaya seperti ikan kerapu, bandang, berbagai ikan hias juga berisi ikan hiu jinak dan ikan-ikan besar lainnya. Untuk kesekian kali nya raut wajah gembira terpancar dari muka bunda, kaka dan aku sendiri mengagumi keindahan beragam ikan laut. Setelah melakukan pemesanan menu makan siang kami berjalan-jalan di seputar keramba&#8230; jika ke pulau seribu anda harus mampir di keramba ini, selain sekedar untuk makan  juga dapat melihat-lihat beragam ikan yang cukup menarik bahkan jika kantong anda cukup tebal dapat juga menyewa jetski di keramba ini. Makanan disini cukup enak selain tempatnya juga sangat nyaman. Model pembayaran nya pun bisa menggunakan Kartu debit dan Credit Card, jadi jangan takut kehabisan uang cash.<a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4362.jpg"><img class="size-medium wp-image-93 alignright" title="IMG_4362" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4362.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4376.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-94" title="IMG_4376" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4376.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Tanpa ingin membuang-buang waktu setlah dari keramba, tujuan selanjutnya ada penangkaran penyu sisik yang terdapat di pulau pramuka. Kembali kami menumpang ojek untuk kembali ke pulau pramuka. Dari dermaga kami berjalan kaki menuju ujung pulau pramuka untuk melihat tempat penangkaran penyu sisik, dengan sabar si Nenek mengantar kami. Sekitar 10 menit perjalanan dengan berjalan kaki dari dermaga kami sampai di tempat penangkaran penyu sisik, lagi-lagi si Kaka begitu bergembira melihat penyu-penyu sisik kecil dan besar di bak-bak yang tertata dengan rapi. Oh ya tempat penangkaran ini sudah mendapat banyak penghargaan selain nasional juga internasional. Tidak kurang dari setiap presiden dari mulai suharto sampai SBY memberikan penghargaan kepada Pak Salim sebagai pengelola penangkaran Penyu Sisik. Sayang nya hasrat si Kaka untuk dapat melepaskan penyu ke laut lepas tidak dapat terpenuhi karena baru saja hari jum’at kemarin dilepaskan. Jadi yah..sekedar melihat-lihat ratusan penyu sisik kecil-kecil dan yang sedang dalam masa rehabilitasi, tapi cukup membuat kami senang kok.<a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4389.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-95" title="IMG_4389" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4389.jpg?w=1024&#038;h=768" alt="" width="1024" height="768" /></a></p>
<p>Selesai melihat penangkaran penyu sisik kami kembali menyusuri pantai untuk kembali ke homestay, untuk sekedar istirahat, Sholat dan kalau memungkinkan sejenak tidur.</p>
<p>Sayang sore hari sampai malam cuaca hujan, jadi kami tidak dapat menikmati sunset di dermaga. Dari maghrib sampai malam kami hanya ngobrol dengan Ibu, Bapak, Rohimah dan suaminya, sekedar melepas kangen dan cerita apa saja yang sudah terjadi selama satu dekade terlewat. Dari obrolan-obrolan tersebut juga kami rencanakan acara untuk esok hari yaitu kami akan sama-sama ke Pulau tidung melihat dermaga cinta dan jembatan cinta kemudian berenang di pulau semak daun dan ke pulau panggang&#8230;hehee  saya pikir cerita sampai sini dulu..besok kita lanjut..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=87&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2010/07/22/pulau-1000-indahnya-alam-laut-kota-jakarta-part-i-hari-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4337.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4337</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4391.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4391</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4409.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4409</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4343.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4343</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4353.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4353</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4362.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4362</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4376.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4376</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4389.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4389</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau 1000; Indahnya Alam Laut Kota Jakarta Part I</title>
		<link>http://ubay.wordpress.com/2010/07/21/pulau-1000-indahnya-alam-laut-kota-jakarta-part-i/</link>
		<comments>http://ubay.wordpress.com/2010/07/21/pulau-1000-indahnya-alam-laut-kota-jakarta-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 08:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ubay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wara-Wiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ubay.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Alam subuh masih menyelimuti Citra Raya, jarum jam menunjukan tepat pukul 5.0o, Selepas sholat subuh seluruh peralatan travelling di cek kembali, satu buah carrier, satu back pack dan satu tas slempang dah siap menunggu untuk di pindahkan kedalam mobil. Mesin mobil sudah dinyalakan, Bunda sudah siap tempur demikian juga ayah..cuma si Kaka masih pulas diatas <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=76&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4426.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-81" title="IMG_4426" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4426.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Alam subuh masih menyelimuti Citra Raya, jarum jam menunjukan tepat pukul 5.0o, Selepas sholat subuh seluruh peralatan travelling di cek kembali, satu buah carrier, satu back pack dan satu tas slempang dah siap menunggu untuk di pindahkan kedalam mobil. Mesin mobil sudah dinyalakan, Bunda sudah siap tempur demikian juga ayah..cuma si Kaka masih pulas diatas tempat tidur. Sesuai dengan kesepakatan tadi malam dengan kaka bahwa dia akan melanjutkan tidurnya dalam mobil didalam perjalanan menuju dermaga marina ancol. Ya sud lah aku pindahkan kaka yang masih pulas tertidur kedalam mobil yang sudah siap mengangkut kami ke dermaga.</p>
<p>Sejujur nya masih ada ragu dalam diri ku, apakah kaka dan bunda akan menikmati perjalanan ini karena perjalanan dengan speedboat menuju pulau seribu untuk kemudian stay disana untuk dua hari adalah sesuatu yang baru buat mereka. Sementara bagiku sendiri masih ada keraguan apakah perjalanan akan berjalan dengan baik dan membuat mereka gembira, karena jujur dalam mind set dan alam pikirku sendiri masih terbayang perjalan sekitar 14 tahun yang lalu menuju dan pulang ke pulau panggang salah satu gugusan kepulauan seribu yang cukup menguras adrenalin dan menciutkan nyali. Tapi tak apalah setelah mengumpulkan informasi di internet dan menghubungi contact person disana kumantapkan niat buat mengajak keluarga travelling ke pulau 1000, dengan penuh harap semoga semua hal menyeramkan sudah jauh berubah.</p>
<p><span id="more-76"></span>Setelah berdo&#8217;a sejenak mobil pun mulai berjalan meninggalkan Komplek  Gardenia yang sebagaian penghuninya mungkin masih terlelap membelah jalanan Cikupa dan tol merak yang masih lengang  menuju Dermaga Marina. Sebelum sampai di Dermaga Marina kami mampir di rest area untuk sekedar beli oleh-oleh untuk saudara di pulo panggang dan sekedar mencuci muka si kaka dan menggantikannya baju. So far tidak ada masalah kaka yang biasanya rewel ketika dibangunkan cukup kooperatif  dan jalanan tol merak jakarta pun cukup sepi tidak ada kemacetan.</p>
<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4325.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-77" title="IMG_4325" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4325.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Tiba di dermaga marina sekitar jam 7 kurang dipagi hari. Oh ya model transportasi yang kami pilih yaitu speed boat SEPA. Ada beberapa moda transportasi yang bisa dipilih untuk menuju kepulauan diantaranya :</p>
<p>1. Transportasi rakyat keberangkatan dari muara angke ke  Dermaga pulau Pramuka atau Pulau Panggang dengan Ongkos Rp. 30.000. Jam keberangkatan 7.00 pagi dan jam 13.00 waktu tempuh 2,5 sampai 3 jam.</p>
<p>2. Transportasi dari Dermaga Marina dengan Kapal Kerapu Dermaga 21.. ini speed boat dengan subsidi pemerintah biaya nya cukup murah yaitu Rp. 32.000 /trip.  waktu keberangkatan jam 8.00 waktu tempuh 1 sampai 1 1/2 jam. Hanya saja jika anda pilih moda transportasi ini saya sarankan datang sekitar jam 5 pagi untuk antri beli tiketnya. Karna kita tidak bisa booking tiket, alias tiket hanya dijual ditempat pada saat keberangkatan. Info dengan Riska (021) 71507389</p>
<p>3. Transportasi speedboat swasta dari Dermaga Marina Dermaga 19, biasa disebut kapal SEPA. Harga lumayan agak mahal yaitu Rp. 180.000 /orang discount 50% untuk anak 0-10 tahun. Waktu Tempuh sekitar 1 &#8211; 1  1/2 jam. Kita bisa booking tiket dengan Pak Tono di nomor (0818718245)</p>
<p>Kami memilih model nomor 3 karena khawatir tidak kebagian tiket kerapu dan bisa booking beberapa hari sebelum keberangkatan, selain karena ini perjalanan pertama kami ke pulau seribu.</p>
<p>Sampai di Dermaga 19 tempat keberangkatan Kapal SEPA, kami beli tiket yang sudah kami booking sebelumnya, setelah mendapatkan tiket sesuai pesanan kami dipersilahkan memindahkan tas dan barang bawaan kami ke kapal serta memilih tempat duduk. Dalam hal memilih tempat duduk usahakan meilih tempat duduk di deretan belakang, karena berdasarkan informasi akan lebih nyama jika kita duduk dideretan kursi belakang.</p>
<p>Ketika melangkah menuju kapal hmmm&#8230;. aroma khas pantai jakarta yang bau dan kotor menyergap hidung, membuat perut yang lapar tiba-tiba enggan dimasukan makanan, yang akhirnya rokok putih yan jadi pilihan. setelah meletakan barang bawaan kami pun kembali ke daratan mencari-cari spot yang bagus untuk photo2x (Narsis everywhere dah pokonya..).</p>
<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4326.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-78" title="IMG_4326" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4326.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Sekitar pukul 7.50 seluruh penumpang kapal mulai memadati kepal, tidak terkecuali kami. satu persatu naik ke kapal menempati tempat duduk pilihan masing-masing. Tempat duduk yang berjumlah sekitar 20-25 seat hampir terisi penuh. Rata-raa diisi pelancong lokal namun ada juga sekita 7 orang bule. kami duduk di kursi nomor dua dari belakang. Si kaka sangat antusias kelihatannya, tidak berhenti mulutnya berkicau menunjukan keceriaan dan keingintahuannya.</p>
<p>Tepat sekitar jam 8.15 mesin kapal mulai dinyalakan dan perlahan kapal meninggalkan dermaga diiringi mulut kaka yang terus berkicau dengan diiringi tingkah lakunya, tanpa sedikitpun ada ekspresi ketakutan. Deru mesin semakin kencang dan kapal semakin laju meninggalkan Marina. Setelah kapal mulai kencang dan Jakarta mulai kelihatan mengecil tiba2x mesin kapal mati&#8230;dugggg..kaget dalam hati jangan2x ada masalah dengan kapal ini. <a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4331.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-84" title="IMG_4331" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4331.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Tapi ibu2x yang sepertinya sudah menangkap kekhawatiran kami mengatakan &#8220;tenang biasa mas baling2x mesin tersangkut sampah, hal biasa jika kita berada di perairan jakarta, ini hal biasa kok tenang aja&#8221;&#8230;huffff akhirnya tenang juga, dan memang benar kejadian ini terulang hampir sampai tiga kali sampai benar-benar kapal meninggalkan pantai jakarta dan berada di laut lepas baru mesin terbebas dari sampah.</p>
<p><a href="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4336.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-79" title="IMG_4336" src="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4336.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Sekitar satu jam lebih kami berada didalam kapal yang membawa kami meninggalkan daratan pulau jawa dengan segala kepenatannya. Ketika kapal berada di tengah2x laut lepas tidak ada daratan yang tertangkap oleh kelopak mata ini, Subahanallah Ya Allah betapa kami merasa diri kami kecil sekecil kecil nya,,,,kerdil se kerdil kerdilnya. Bagaimana tidak kami terombang ambing di tengah laut diatas kapal boat kecil yang seribu kemungkinan buruk bisa terjadi, semoga ini bisa memupuk subur keimanan kami pada Mu.</p>
<p>Bersambung</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ubay.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ubay.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ubay.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ubay.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ubay.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ubay.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ubay.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ubay.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ubay.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ubay.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ubay.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ubay.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ubay.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ubay.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ubay.wordpress.com&amp;blog=486592&amp;post=76&amp;subd=ubay&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ubay.wordpress.com/2010/07/21/pulau-1000-indahnya-alam-laut-kota-jakarta-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6efa4ace67c4343684465db7e4d9c9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ubay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4426.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4426</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4325.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4325</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4326.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4326</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4331.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4331</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ubay.files.wordpress.com/2010/07/img_4336.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4336</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
