Oleh: ubay | September 29, 2007

Kemarau amal Di Bulan Ramadhan

Ramadhan yang sejatinya menjadi ladang subur menanam amal dengan segala limpah ruah janji keutamaan Allah SWT, ternyata belum juga dapat aku rasakan samai dengan hari ke lima belas ini. Bukan hanya tahun ini aku rasakan seperti ini, tapi sudah beberapa tahun aku rasakan. Nyaris hanya menahan lapar dan haus yang aku rasakan disiang hari, kesibukan kerja dan kelelahan menjadi kambing hitam yang paling mungkin untuk disalahkan.

 

Ketidakmampuan menolak beragam kesibukan, menjadi biang keladi dan pangkal masalah. Entah sampai kapan kegalauan ini terus terpelihara dengan baik. Tarawih lewat apalagi tadarus, buka puasa tidak beda dengan makan biasa setelah seharian lapar dan haus tanpa berhasil meninggalkan makna mendalam seperti pernah dirasakan dulu sewaktu masih sekolah.

 

Kekhawatiran kadang datang, apakah sampai umurku uzur tidak akan pernah bisa mendapatkan indahnya berladang amal di bulan Ramadhan. Semoga Tuhan masih berbaik hati memberikan umur panjang dan kesempatan lain untuk dapat menikmati nya serta semoga Dia memahami kegalauan hati ini.

Oleh: ubay | September 15, 2007

Free PDF Page Creator

Kemarin hari jum’at lalptop ku crash setelah di resize partition pake partition magic (seperti yg sudah diperkirakan sebelumnya. Hari ini cari-cari tools gratisan biar laptop ku tambah ampuh. Nah barusan nemu satu aplikasi PDF creator yang totally free, alamatnya di http://www.primopdf.com/. Tinggal donlot dan install deh, sejauh ini aman, gak ada activation code, gak ada banner dan bisa di setting lagi outputnya. poko e mantap lah. Selamat mencoba. kalu ada aplikasi pdf creator yg lebih canggih kasih tahu yah. thx

Oleh: ubay | September 12, 2007

Ahlan Wasahlan Ya Ramadhan..

Insan berbudi bukan dirupa,
hati yang bersih jadi hiasan,
manusia tempat silap dan lupa,
sudi kiranya dimaafkan.

Emas permata bukan suasa,
melingkar cantik ada di jari,
besok lusa kita puasa,
ridho ilahi yag kita cari.

Ramadhan sudah diambang pintu,
Jika Allah berkehendak InsyaAllah kita kan menemui
Ramadhon yang penuh barokah.
Semoga Gelar taqwa InsyaAllah akan menjadi milik kita
yang berharga sebagai modal langkah kita selanjutnya
Salah paham, kesedihan, ego, sakit hati, adalah proses
dari kehidupan kita.
Tapi Allah membuatnya dengan sangat sempurna, tidak
ada yang sia – sia dari apa yang sudah Allah kemas
dengan baik dalam bingkai rumah kehidupan kita
Tidak ada yang lebih mulia pada hari dimana semua
malaikat memanjatkan doa, dimana tidak ada kegiatan
baik yang tidak dilipatgandakan amalannya oleh Allah.
“MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN…”
teringat ayat ini terus berulang di Ar-Rahman…
teringat kelemahan diri akan segala khilaf dan salah…
semoga Ramadhon ini membawa perbaikan, dan kesejukan…
seperti layaknya embun di pagi hari
berkilau tertimpa cahaya mentari…
semoga di masa mendatang terus dianugrahi kebeningan
hati…
seperti layaknya telaga Kautsar..
Dengan segala kekurangan dan kerendahan hati serta
keikhlasan dengan semua kekhilafan dan kelalaian yang pernah dilakukan
baik secara langsung maupun tidak langsung
Jauh didalam hati yang senantiasa didalam genggaman
Allah,

Pasti saya pernah salah
Baik dalam kata maupun perbuatan
Lidah yang tak terjaga
Sikap yang tak terkendali
Dan apapun juga itu namanya….

Permohonan maaf saya haturkan
Kepada saudaraku semua
Karena tak ada manusia
yang sempurna

Memasuki bulan Ramadhan yang suci
ini, Kita diberi kesempatan oleh Allah
SWT Untuk meminta ampun dan
menambah pahala Jagalah hati kita dan
perbanyaklah ibadah

Semoga amal
ibadah kita diterima oleh Allah SWT
Selama bulan
suci Ramadhan………………….Amin

Semoga Ramadhan yang
akan kita jelang
Merupakan Ramadhan
yang sangat berarti bagi kita semua
Insya
Allah………………………………………..

Kami mengucapkan :

” Marhabban Ya Ramadhan,
Mohon Maaf Lahir dan Bathin. “

Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa kita dan
memberikan Barokahnya di Bulan penuh Hikmah ini.

(dari milist tetangga)

Oleh: ubay | September 11, 2007

Satu Jam Yang Berharga

Lagi…, Tuhan memberikanku sebuah bentuk keindahan dunia yang sebelumnya tak pernah kurasakan. Cerita ini tentang ulah reifa anakku,  tentang indahnya menjadi seorang orang tua, mungkin bagi orang lain ini hal biasa tapi bagi ku yang pertama kali mengalami nya..sangat luar biasa dan membawa nuansa kebahagiaan tersendiri.

Yah .. pagi itu aku dibangunkan oleh anaku jam 1/2 6 pagi (reifa:1.7 Tahun). Ayah..ayah, panggilnya. Suaranya begitu renyah dan menggemaskan membangunkan ku dari tidur. Tahukah kawan apa yang dia lakukan ?? Dia ambil sejadah dan kain yang tergelatak dilantai dan menyeretnya dengan isyarat memintaku Shalat Subuh, Subhanallah aku kaget campur bahagia, kok bisa ???

Tidak sampai disitu selesai aku Shalat Subuh kita berdua siram2x tanaman di depan, aku hanya memperhatikan dia pegang selang air dan menyiram tanaman sesuai instruksi dariku..kiri..kanan..maju..yang ini..yang itu begitu kira2x instruksiku. Setelah puas dia menyiram tanaman kita keliling komplek berjalan kaki diselingi lari2x kecil, berdua kita menelusuri jalan dan gang tanpa rengekan dan tangisan dia ikuti semua nya dengan senang. Setelah satu putaran kita pulang dan mandi berdua, bermain air dan lagi, dia yang mengisyaratkan mandinya cukup. Setelah itu aku bersiap2x berangkat ke kantor karena jam 1/2 7 pagi.

Bagi ku, ini adalah pengalaman yang sangat mebahagiakan dan menjadi menit2x yang sangat berharga dalam hidupku. Seperti punya pacar baru, seperti punya kehidupan baru dan memberikan semangat baru dalam hidup. Satu sisi kehidupan kembali terbuka dan memberikan sensasi nya yang berbeda.

Ternyata masih banyak sisi kehidupan yang menjanjikan kebahagian yang harus kurasakan dan kulewati, disana masih banyak keindahan dan kebahagiaan yang yang harus dilalui. terimakasih nak atas waktunya..Kau Buat Ayah Bahagia, Aku tunggu kejutan lainnya.

Oleh: ubay | Maret 9, 2007

Izinkan Aku Bertanya Tuhan..

Kalau boleh bertanya pada Tuhan, maka pertanyaan ku saat ini adalah “Tuhan kenapa semua ini terjadi dan menimpa kami?”. Laut murka menumpahkan kekesalanya melallui gelombang sunami, Bumi marah mengeluarkan isi lumpur panasnya, gunung meradang mengeluarkan larva nya, bahkan teknologi buatan manusia pun seakan enggan menjalankan fungsinya. Aceh diterjang sunami, Jogja dihajar letusan merapi dan gempa, hujan pun melengkapi dengan banjir dan longsornya. Pesawat Adam air jatuh, Kapal levina terbakar dan tenggelam, lion tergelincir garuda pun hancur berkeping terbakar .

Sebegitu renta nya kah dunia kita, atau kita yang kurang awas. Sebagin orang menyadari kesalahan dan mencoba mencari hikmah, sebagai lagi saling menyalahkan dan mencoba menyelamatkan diri demi mempertahankan jabatan dan gensi pribadi.

Seakan tidak ada tempat yang aman di negeri ini, tinggal dirumah was-was banjir dan gempa, bepergian pun bingung mencari moda transportasi yang aman. Musibah dan kabar kematian seakan sudah menjadi keseharian dan komoditas berita yang menyayat nurani.

Semoga semua ini menyadarkan kita, bahwa kita lemah. Yah lemah karena kita tidak pernah mampu menaklukan, air, api, angin bahkan teknologi buatan kita sendiri. Bahwa ketika Tuhan Bersabda kepada alamnya, maka tidak berharga lagi teknologi, harta, jabatan bahkan keluarga kita. Bahwa sudah semestinya kita bisa hidup lebih benar dan luruh dijalanNya, agar kita senantiasa siap menghadapi ajal kapan dan dimanapun, supaya kita tidak “malu” ketika harus berhadapan dengan Tuhan karena terlalu banyak dosa.

Apapun sikap kita.. semoga hidup kita lebih baik..turut berduka atas saudara2x ku yang tertimpa musibah…mungkin kita masih diberikan kesempatan memperbaiki diri, mari sama2x jelang hisup lebih berarti.

Oleh: ubay | Nopember 2, 2006

Ke Bandung Lagi..(20 Oktober 2006)

Di ujung hari kerja menjelang idul fitri 1427 Hijriah, kita malah menyisakan pekerjaan di bandung. Adalah lelag pekerjaan pengadaan hardware di Badan Geologi Departement ESDM – Bandung yang akan kita lakukan.

Kita berangkat dari Jakarta sekitar jam 21.30 WIB, oh yah hari ini adalah hari terakhir masuk kantor, 4 hari menjelang idul fitri. Sekitar jam 1 an malam kita (gw, rudi, Kang dadang, Kamim) sampai  di bandung. Putar-putar cari makanan seafood di daerah cisangkuy dan cilaki tapi sayangnya gak ketemu, akhirnya makan lesehan di gazeeboo.

Selesai itu kita berangkat menuju hotel, kita menginap di hotel Mitra Jl. WR. Supratma No. 98 Bandung 40122. Phone (022) 7207245 fax (022) 7218304 www.mitrahotel.com. Hotel ini lumayan dekat dengan lokasi kerja di Badan Geologi, kamarnya cukup luas untuk ramean, tersedia juga makanan sahur, meskipun aku sendiri tidak menyantapnya karena sudah makan sebelum tiba di hotel.

Rencana hari ini kita ikut lelang di badan geologi sekitar jam 10 an, setelah itu kita akan sedikit menjelajah factory outlet di bandung sekedar mau cari baju koko atau lainnya di episode lainnya akan diceritakan hasil perburuan kami. Malam ini semoga kita sudah bisa kembali ke Jakarta kecuali rudi tentunya, karena dia orang bandung dinas luar ini sekalian mudik katanya.

Oleh: ubay | Oktober 19, 2006

Mencoba Memberi Arti…

Ketika hidup semakin larut sementara kaki semakin lelah melangkah, Sekedar sedikit kita flash back melihat kebelakang. Begitu banyak cita-cita keinginan masa lampau yang tidak sesuai dengan harapan atau sederhananya gak kesampaian. Terkadang semua peristiwa berlalu tanpa berbekas dan memberi arti sama sekali, bahkan merugi. Rasanya percuma segala mimpi dan keinginan ketika pada kenyataan nya, lebih banyak yang tidak berwujud daripada yang nyata.

Bukan pula menyesali segala apa yang sudah di anugerahi Tuhan, tetapi sekedar memberikan kesadaran betapa ketidak mampuan kita membangun kehidupan kita sendiri. Betapa kita hanya mampu berharap atas kemurahan hati Tuhan, dengan tetap melanggar segala keinginanNya.

Selagi umur masih luang, selagi Tuhan masih memberi kepercayaan hidup, dengan satu tekad yang semoga sejalan dengan keinginanNya, mencoba membangun sebuah cerminan hidup melalui tulisan Blog ini yang pada titik akhrnya semoga dapat memberi arti lebih pada hidup yang dijalani sebelum renta tiba serta ajal menjelang….

Kategori